Perspectives News

FK Unud Menatap Dunia Lewat Kelas Internasional

 

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. I Gede Eka Wiratnaya, Sp.O.T., Subsp.Onk.Ort.R(K), memaparkan komitmen FK Unud dalam menghadirkan pendidikan kedokteran berstandar internasional melalui pembukaan IUP. (Foto : Angga)

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS - Suasana Fakultas Kedokteran Universitas Udayana tahun ini terasa berbeda. Di tengah semangat menyambut ratusan mahasiswa baru, salah satu fakultas tertua di lingkungan Universitas Udayana itu memulai sebuah langkah baru yang menandai arah pengembangan pendidikan kedokteran menuju panggung internasional.

FK Unud membuka International Undergraduate Program (IUP) pada Program Studi Sarjana Kedokteran. Sebanyak 56 mahasiswa angkatan pertama resmi diterima pada tahun akademik 2026, menjadi bagian dari generasi awal yang akan menempuh pendidikan dengan standar internasional.

Bagi FK Unud, pembukaan kelas internasional bukan sekadar menambah jalur penerimaan mahasiswa. Program ini menjadi wujud nyata dari visi fakultas untuk melahirkan lulusan yang unggul, mandiri, berbudaya, sekaligus mampu bersaing di tingkat global dengan tetap mengusung keunggulan di bidang kesehatan pariwisata.

"Terkait dengan program International Undergraduate ini memang sesuai dengan visi FK Udayana, yakni menghasilkan lulusan yang unggul, mandiri, berbudaya, dan bisa bersaing di tingkat global. Salah satu implementasinya adalah pembentukan kelas internasional. Kami memulai dari Program Sarjana Kedokteran dan tahun ini telah menerima 56 mahasiswa baru jalur IUP," ujar Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. I Gede Eka Wiratnaya, Sp.O.T., Subsp.Onk.Ort.R(K), saat diwawancarai pada Rabu (5/8/2026).

Mewujudkan kelas internasional tentu tidak cukup hanya dengan membuka jalur penerimaan baru. FK Unud juga menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung agar proses belajar mengajar benar-benar memenuhi standar global.

Ruang kelas khusus IUP telah dilengkapi dengan smart board, sistem Computer Based Test (CBT), serta modul pembelajaran berbahasa Inggris. Seluruh fasilitas tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih modern sekaligus membiasakan mahasiswa dengan lingkungan akademik internasional sejak awal perkuliahan.

Tak berhenti pada fasilitas, mahasiswa IUP juga akan memperoleh kesempatan mengikuti program pembelajaran di luar negeri. Durasi kegiatan internasional tersebut berkisar antara tiga minggu hingga tiga bulan, disesuaikan dengan kebutuhan akademik dan kerja sama yang dijalin bersama berbagai institusi pendidikan di luar negeri.

Namun, membangun kelas berstandar global bukan tanpa tantangan. Menurut Prof. Eka, kesiapan sarana dan prasarana, kualitas tenaga pendidik, serta perluasan jejaring kerja sama internasional menjadi aspek yang terus diperkuat agar program ini dapat berkembang secara berkelanjutan.

Di balik ambisi menuju pendidikan kelas dunia, FK Unud juga menaruh perhatian besar pada pembentukan lingkungan akademik yang aman dan sehat bagi seluruh mahasiswa.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan pakta integritas di seluruh program studi, pengawasan yang berkesinambungan, hingga penyediaan berbagai kanal pengaduan, termasuk melalui SP4N-LAPOR!, sebagai upaya mencegah terjadinya praktik perundungan maupun perpeloncoan.

"Khususnya pada penerimaan mahasiswa baru, kami sangat tekankan tidak ada istilah perpeloncoan lagi, tidak ada toleransi untuk dilakukan perpeloncoan terhadap mahasiswa baru. Untuk mahasiswa sarjana, kami juga tidak akan memberikan toleransi terhadap kegiatan di luar PKKMB," tegas Prof. Eka.

Bagi FK Unud, orientasi mahasiswa baru bukan sekadar agenda seremonial pembuka tahun akademik. Lebih dari itu, PKKMB diharapkan menjadi ruang pertama bagi mahasiswa untuk mengenal budaya akademik yang inklusif, menghargai keberagaman, dan menumbuhkan semangat belajar.

Melalui kombinasi antara inovasi pembelajaran, penguatan jejaring internasional, serta komitmen menciptakan kampus yang aman, FK Unud sedang membangun fondasi baru menuju fakultas kedokteran yang semakin kompetitif di tingkat global. Langkah ini tidak hanya membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa untuk berkiprah di dunia internasional, tetapi juga memperkuat posisi Universitas Udayana sebagai salah satu institusi pendidikan kedokteran yang terus bertransformasi menjawab tantangan zaman. (angga)

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama