Hasyim S Djoyohadikusumo (tengah) saat hadir di Dewan Pers didampingi Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus (kiri) dan Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat (kanan) (Foto: Humas SMSI Pusat)
JAKARTA,
PERSPECTIVESNEWS - Langkah strategis dipahat Serikat Media Siber Indonesia
(SMSI) sebagai salah salah satu konsituten Dewan Pers, yakni mengukuhkan Pokja
Newsroom Jaga Desa. Program ini menjadi bentuk komitmen merawat desa, sebagai
manisfestasi merawat NKRI.
‘’Saya setuju desa menjadi garda depan dan etalase negara,
tidak menjadi entitas yang dinomorduakan,’’ujar Drs Firdaus, Msi, Ketua Umum
SMSI Pusat Drs Firdaus, Msi di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di tengah hiruk pikuk dan simpang
siur informasi terkait eskalasi demo yang dikhawatirkan membuat distorsi
stabilitas menjadi sebuah konfirmasi
‘’Saya percaya SMSI, saya mengapresiasi kegiatan ini karena itu saya
datang,’’begitu ucap Hasyim S Djoyohadikusumo.
Menurut adik kandung Presiden RI ke-8 Prabowowo Subiyanto
ini, pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa sekaligus menginformasikan Jakarta
tetap aman.
‘’Ini bukan hanya konfirmasi, tetapi testimoni nyata di sini
(Jakarta-red) aman dan kondusif. Selamat SMSI, ini kegiatan positif, dan sangat
bagus,’’ucap Hasyim yang menjadi keynote speaker pada dialog nasional, usai
pengukuhan yang berlangsung di Hall
Dewan Pers, Kebon Sirih.
Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa yang berlangsung penuh
kemeriahan, namun tetap berjalan khidmat melibatkan lima provinsi, yakni Jawa
Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu dan Sumatera Selatan.
“Lima provinsi ini menjadi pilot project SMSI, namun dalam
waktu dekat akan dilakukan konsolidasi secara serentak di seluruh provinsi,” papar
Firdaus dalam sambutan di depan Hasyim S Djoyohadikusumo.
Pengusaha yang bergerak di berbagai sektor, dan kini menjadi
salah satu penasihat ekonomi Presiden mengatakan, SMSI ke depan punya tugas
dengan tanggung jawab besar.
‘’Jangan menjadi pers yang menyesatkan. Sampaikan informasi
secara utuh dengan data dan fakta,” cetus tokoh yang malang melintang di dunia
bisnis Tanah Air.
Secara khusus putra begawan ekonomi, Soemitro
Djoyohadikusumo ini menyoroti informasi yang lepas dari konteks, dan itu sangat
mendistorsi kebijakan yang sedang menjadi prioritas pemerintah. Terkait dengan
fenomena tersebut Hasyim mengungkapkan, pihaknya sudah mengagendakan untuk
berdialog dengan BEM UI, UGM, dan ITB.
Hasil dari dialog akan menjadi masukan, koreksi, dan
rekomendasi bagi pemerintah. ‘’Sebagai penasihat Presiden masukan-masukan dari
kampus akan kami sampaikan dan rekomendasikan kepada Presiden untuk pembenahan,”
tambahnya.
Sumbang pikir untuk
Pers Indonesia
Hal lain yang juga disampaikan Hasyim S Djoyohadikusumo yang
spesifik adalah merespons usulan Ketua SMSI, Drs Firdaus Msi, yakni kondisi
Gedung Dewan Pers yang sudah tidak representatif. Menurut Firdaus, gedung yang
menjadi episentrum sekaligus kawah Candradimuka Pers Indonesia perlu
ditingkatkan performanya.
“Di tempat ini Dewan Pers bermarkas, segala kegiatan Dewan
Pers digerakkan dari gedung ini, tetapi konstituen belum bisa diakomodir. Jadi
mereka (konsituen) terpisah-pisah sesuai dengan kondisi masing-masing,” urai
Firdaus.
Terhadap usulan itu, Hasyim merespons sangat positif, dan
berjanji akan menindaklanjuti dengan Komdigi. “Sayang saya baru dapat masukan
ini sekarang, kemarin baru saja bertemu dan dialog panjang lebar dengan
Mekomdigi, Meutya Hafid,” ujar Hasyim lagi.
Respons semacam itu langsung mendapat aplaus dari peserta
yang hadir di Hall Dewan Pers. Kegiatan pengukuhan dihadiri tidak kurang dari
seratus peserta berikut undangan. Kegiatan ditutup dengan dialog nasional
menghadirkan Prof Dr Achmad Riyad U.B PhD Dewan Penasihat SMSI Jawa Timur,
kemudian pakar ekonomi dan Perbankan. Dialog sangat menarik dan menghadirkan
tanggapan kritis, apalagi dipandu secara bernas oleh Prof Dr Albertus Wahyu
Rudhanto, MC guru besar dari PTIK. (*)
