DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS — Gubernur Bali Wayan Koster mengajak seluruh masyarakat dan generasi muda Bali untuk memperkuat persatuan serta bersama-sama membangun pondasi Bali menuju masa depan 100 tahun ke depan. Ajakan tersebut disampaikan saat memimpin Apel Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Lapangan Niti Mandala Renon, Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Jumat (14/8).
Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali tahun ini mengusung tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya” yang bermakna “Tulus Ikhlas untuk Kejayaan Bali”. Tema tersebut, menurut Koster, mengandung pesan luhur bagi seluruh jajaran pemerintahan dan elemen masyarakat dalam mengabdikan diri bagi gumi Bali.
“Tema ini mengandung pesan bahwa setiap karya pengabdian dan pelayanan yang kita lakukan hendaknya dilandasi ketulusan hati, menjunjung integritas, serta mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” ujar Gubernur Koster di hadapan para peserta upacara.
Koster mengatakan, Hari Jadi ke-68 tidak semata-mata menjadi seremoni untuk mengenang perjalanan sejarah Provinsi Bali sejak 1958. Momentum tersebut juga menjadi pijakan untuk merefleksikan capaian pembangunan sekaligus memperkuat tekad mewujudkan Bali Era Baru yang berkualitas unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan secara niskala-sekala.
Salah satu capaian strategis yang disyukuri bersama adalah disahkannya Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali pada 4 Mei 2023. Regulasi tersebut menjadi payung hukum yang kokoh karena secara resmi mengakui keberadaan desa adat, subak, Sad Kerthi, kebudayaan, serta kearifan lokal Bali.
Keberadaan UU tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023 tentang Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru (2025–2125). Haluan pembangunan tersebut telah dipasupati di Pura Penataran Agung Besakih pada 19 Agustus 2023.
Menurut Koster, periode 2025–2030 menjadi momentum krusial karena merupakan tahap pertama pelaksanaan haluan pembangunan Bali untuk 100 tahun.
“Keberhasilan momentum pertama pembangunan Bali lima tahun ke depan akan menjadi pondasi yang menentukan keberhasilan dan keberlanjutan peradaban serta masa depan generasi penerus Bali sampai 100 tahun ke depan, bahkan sepanjang zaman,” tegas Koster.
Dalam pelaksanaannya, pembangunan Bali tetap berpegang teguh pada visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana. Visi tersebut berfokus pada penyucian dan pemuliaan enam sumber kesehatan dan kebahagiaan kehidupan atau Sad Kerthi untuk menjaga kekuatan alam, manusia, dan kebudayaan Bali.
Untuk periode 2025–2030, Koster memaparkan enam bidang yang menjadi prioritas pembangunan Bali. Pertama, bidang adat, agama, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal. Kedua, kesehatan, pendidikan, pemuda, olahraga, jaminan sosial, dan ketenagakerjaan. Ketiga, transformasi perekonomian melalui Ekonomi Kerthi Bali. Keempat, pembangunan infrastruktur darat, laut, udara, serta transportasi. Kelima, lingkungan, kehutanan, dan energi. Keenam, Bali Pulau Digital dan Keamanan Bali.
Seluruh prioritas tersebut akan dijalankan secara terencana, terpadu, dan terintegrasi dengan berpegang pada prinsip satu kesatuan wilayah, satu pulau, satu pola, dan satu tata kelola.
Koster juga mengingatkan bahwa agenda pembangunan tersebut merupakan kelanjutan dari capaian periode pertama kepemimpinannya yakni tahun 2018–2023 yang telah merumuskan 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru.
Karena itu, ia mengajak seluruh komponen masyarakat, termasuk generasi muda, untuk bahu-membahu menyukseskan agenda besar pembangunan Bali. Persatuan dan kekompakan masyarakat dinilai menjadi kekuatan penting untuk memastikan pondasi pembangunan yang dibangun saat ini mampu menopang keberlanjutan Bali hingga generasi mendatang.
“Demi nindihin gumi Bali dalam memuliakan generasi penerus dari zaman ke zaman, saya mengajak seluruh masyarakat dan adik-adik generasi muda agar tetap kompak, guyub, bersatu, dan solid bergerak mewujudkan harapan serta optimisme masa depan Bali Era Baru,” tutup Gubernur Koster. (*)