DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- Di tengah semangat gotong royong
menyambut 17 Agustus 2026, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Distribusi
(UP2D) Bali mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keselamatan
ketenagalistrikan, khususnya saat memasang atribut kemerdekaan maupun melakukan
aktivitas di sekitar jaringan listrik.
Pesan keselamatan itu disampaikan PLN UP2D Bali melalui
kolaborasi edukasi bersama Radio RPKD 92,6 FM, Rabu (12/8/2026).
Dalam talkshow tersebut, Team Leader K3L dan Keamanan PLN
UP2D Bali, Ari Hidayanto, mengajak masyarakat mengenali potensi bahaya listrik
yang mungkin muncul dalam aktivitas persiapan perayaan kemerdekaan.
Ari menjelaskan, pemasangan bendera, umbul-umbul, spanduk,
baliho, maupun dekorasi lainnya perlu diawali dengan memastikan kondisi
lingkungan dan keberadaan jaringan listrik di sekitar lokasi.
“Semangat menyambut kemerdekaan tentu perlu kita rayakan
bersama. Namun, kemeriahan tersebut harus tetap mengutamakan keselamatan.
Sebelum memasang bendera, umbul-umbul, spanduk, maupun dekorasi lainnya,
pastikan terlebih dahulu lokasi pemasangan aman dan tidak berdekatan dengan
jaringan listrik,” ujar Ari.
Menurut Ari, kewaspadaan tidak hanya diperlukan saat
memasang dekorasi. Berbagai aktivitas yang menggunakan benda berukuran panjang
atau tinggi juga perlu memperhitungkan keberadaan jaringan listrik di
sekitarnya.
Ia menjelaskan, risiko kelistrikan tidak selalu muncul
akibat sentuhan langsung dengan kabel. Pada kondisi tertentu, berada terlalu
dekat dengan jaringan listrik bertegangan juga dapat membahayakan keselamatan.
“Karena itu, sebelum melakukan aktivitas, biasakan melihat
kondisi di sekitar terlebih dahulu. Pastikan tidak ada jaringan listrik yang
berdekatan dengan lokasi pemasangan atau aktivitas,” jelasnya.
Selain pemasangan atribut kemerdekaan, masyarakat juga perlu
memperhatikan penggunaan listrik sementara untuk mendukung berbagai kegiatan 17
Agustus, seperti perlombaan, kegiatan warga, hingga hiburan di lingkungan.
Penggunaan lampu hias, pengeras suara, kabel tambahan,
terminal listrik, dan peralatan listrik lainnya perlu memastikan instalasinya
dalam kondisi baik, tidak rusak, serta digunakan sesuai kapasitas dan
peruntukannya. Penataan kabel juga perlu dilakukan dengan baik agar tidak
menjadi sumber bahaya bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitarnya.
Keselamatan Terpenting dari Pelayanan PLN
Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra,
mengatakan edukasi keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
pelayanan PLN kepada masyarakat.
Menurutnya, kebutuhan pelanggan bukan hanya terhadap pasokan
listrik yang andal, tetapi juga informasi yang mudah dipahami agar masyarakat
dapat menggunakan listrik dan beraktivitas di sekitar jaringan dengan aman.
“Bagi PLN, pelayanan kepada pelanggan bukan hanya memastikan
listrik tersedia dan andal. Masyarakat juga membutuhkan informasi yang mudah
dipahami agar dapat memanfaatkan listrik dengan aman. Melalui kolaborasi
bersama RPKD FM ini, kami ingin edukasi keselamatan ketenagalistrikan semakin
dekat dan menjangkau lebih banyak masyarakat Bali,” kata Petrus.
Ia menilai media radio memiliki peran strategis karena
komunikasi yang disampaikan dapat hadir secara langsung dalam aktivitas
sehari-hari masyarakat.
“Kolaborasi menjadi penting karena keselamatan
ketenagalistrikan merupakan tanggung jawab bersama. Semakin luas informasi ini
disampaikan, semakin besar pula peluang kita membangun kesadaran masyarakat.
Kami berharap perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia dapat berlangsung meriah,
kreatif, dan penuh semangat tanpa mengabaikan keselamatan,” tambah Petrus.
Senada dengan hal tersebut, Penyiar RPKD FM, Bambang Riyadi,
mengapresiasi kolaborasi edukasi bersama PLN. Menurutnya, materi yang
disampaikan relevan dengan aktivitas masyarakat menjelang perayaan kemerdekaan.
“Menjelang 17 Agustus, masyarakat sangat antusias menghias
lingkungan. Melalui talkshow ini kami mengetahui bahwa aktivitas yang terlihat
sederhana seperti memasang umbul-umbul dan dekorasi ternyata tetap memiliki
aspek keselamatan yang perlu diperhatikan ketika berada di sekitar jaringan
listrik. Informasi seperti ini penting disampaikan secara luas agar masyarakat
dapat merayakan kemerdekaan dengan aman dan nyaman,” ujar Bambang.
Ia berharap sinergi antara RPKD FM dan PLN dapat terus
berlanjut dengan menghadirkan informasi ketenagalistrikan yang praktis,
edukatif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui edukasi tersebut, PLN UP2D Bali mengajak masyarakat
menjadikan keselamatan sebagai bagian dari semangat gotong royong menyambut
kemerdekaan.
Masyarakat dapat saling mengingatkan apabila menemukan
pemasangan atribut kemerdekaan atau aktivitas lain yang berpotensi membahayakan
keselamatan maupun mengganggu jaringan listrik.
Kesadaran tersebut juga berkontribusi terhadap keandalan
pasokan listrik. Gangguan jaringan akibat benda asing atau aktivitas yang tidak
aman di sekitar instalasi kelistrikan tidak hanya berpotensi membahayakan
masyarakat, tetapi juga dapat mengganggu pasokan listrik bagi pelanggan
lainnya.
Karena itu, PLN UP2D Bali mengajak masyarakat Bali menyambut
HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan semangat, kreativitas, dan kepedulian.
Merdeka untuk merayakan, tetapi keselamatan tetap yang
utama. Dengan lingkungan yang aman dan penggunaan listrik yang bijak, semangat
kemerdekaan dapat dirasakan bersama tanpa mengorbankan keselamatan dan
keandalan listrik. (lan/pln)
