BALI, PERSPECTIVESNEWS- Peserta Bali Interfood tahun 2026 ini bakal dihadiri delapan negara, yaitu China, Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Vietnam, Jepang, dan Prancis. Kehadiran peserta dari berbagai negara tersebut sekaligus menjadi ajang promosi potensi industri F&B di Bali khususnya.
Peserta memberikan kesempatan bagi pengunjung dan pelaku
usaha untuk melihat produk serta perkembangan terbaru dari pasar internasional.
Dengan posisi Bali sebagai salah satu destinasi wisata
unggulan dunia, Bali juga menjadi lokasi yang strategis untuk mempromosikan
potensi industri F&B dan kekayaan kuliner Indonesia kepada wisatawan
domestik maupun mancanegara.
Kondisi ini menjadi salah satu momentum yang mendorong
Krista Exhibitions Group kembali menghadirkan Bali Interfood 2026, yang
memasuki penyelenggaraan ke-7 pada 2–4 September 2026 di Bali Nusa Dua
Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali.
Bali Interfood 2026 menghadirkan berbagai kebutuhan untuk
industri makanan dan minuman, mulai dari bahan baku, bakery dan pastry, kopi,
wine & spirit, horeca, jasa boga, peralatan pengolahan, hingga teknologi
dan solusi pengemasan.
Kehadiran berbagai produk dan teknologi tersebut memberikan
kesempatan bagi pelaku usaha untuk melihat perkembangan terbaru sekaligus
mencari produk dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka.
Tahun ini akan menghadirkan Bali Hotel & Tourism, Bali
Coffee Expo, Bali Wine & Spirit, serta Bakery Indonesia Expo 2026.
Kehadiran beberapa pameran dalam waktu dan lokasi yang sama diharapkan dapat
memperluas kesempatan bagi produsen, distributor, buyer, hotel dan restoran,
pelaku usaha kuliner, serta penyedia teknologi untuk bertemu dan menjajaki
kerja sama baru.
CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan Bali
Interfood 2026 diikuti oleh 110 peserta termasuk 35 UMKM, dengan target
sebanyak 15.000 pengunjung.
“Bali memiliki potensi yang besar karena pariwisata, hotel,
restoran, dan usaha makanan dan minuman berkembang secara bersamaan. Kami ingin
menjadikan Bali Interfood sebagai tempat bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan
produk, bertemu dengan calon mitra, dan mendapatkan informasi mengenai
perkembangan terbaru di bidang makanan dan minuman,” ujar Daud D. Salim saat
presscon di Denpasar, Senin (31/8/2026).
Tumbuh 6,91 Persen
Bali pada Triwulan II 2026 tumbuh 6,91 persen. Sektor
penyediaan akomodasi dan makan minum masih menjadi penyumbang terbesar struktur
perekonomian Bali dengan kontribusi 21,91 persen.
Sementara secara tahunan, ekonomi Bali tumbuh 5,78 persen. Pertumbuhan
ekonomi Bali pada Triwulan II 2026 lebih tinggi dibandingkan Triwulan I 2026
berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Pertumbuhan tersebut semakin menegaskan peran strategis
sektor pariwisata, hospitality, dan kuliner dalam menopang perekonomian Bali.
Seiring dengan meningkatnya aktivitas di ketiga sektor tersebut, peluang pasar
bagi produk, bahan baku, teknologi, serta berbagai solusi pendukung industri
makanan dan minuman turut semakin berkembang.
Sebagai bagian dari rangkaian Bali Interfood 2026, selain
menghadirkan beragam produk dan solusi industri makanan, minuman, bakery,
hotel, restoran, dan kafe, Bali Interfood 2026 juga menghadirkan berbagai
program menarik yang dirancang untuk memberikan pengalaman, edukasi, serta
peluang networking bagi para pengunjung dan pelaku industri.
Hal yang istimewa pada Bali Interfood 2026 adanya program
internasional Gelato World Cup Indonesian Selection selama tiga hari.
Pengunjung dapat menyaksikan kompetisi dan berbagai workshop gelato, termasuk
Gelato Workshop Coconut Mango Dessert dan Mixologist Workshop Morello Cherry
Gelato pada 2 September, Gelato Competition, serta Gelato Workshop Sobert
Lollies dan Mixologist Workshop Blood Orange Sorbet.
Pengunjung dapat mengikuti berbagai sesi inspiratif, mulai
dari Cinnamon Roll bersama Chef Fajri Winarno, Dimsum Keju Lumer & Ghyong
Chilli Oil bersama Chef Lucky R Katili. Bali Beans Manual Brew Class bersama
Barista I Made Galih Kresnadana, serta demo Mie Goreng Lada Hitam & Kwetiau
Goreng Olive Vegetable bersama Chef Ugay.
Bali Interfood 2026 turut mengundang para pelaku bisnis,
buyer dan importir, distributor, serta pelaku usaha hotel, restoran, kafe, dan
catering (HORECA). Ajang ini juga menyasar perwakilan retail modern maupun
tradisional, franchise, produsen bahan baku, hingga investor yang ingin
menjajaki peluang kerja sama sekaligus memperluas jaringan bisnis di sektor
makanan, minuman, dan HORECA.
Para pengunjung dapat melakukan registrasi secara online
melalui website resmi Bali Interfood 2026 di
https://register.kristaonline.com/visitor/baliinterfood. Registrasi juga
tersedia secara langsung di lokasi selama penyelenggaraan acara. Tiket masuk dikenakan
sebesar Rp100.000 dan berlaku untuk akses selama tiga hari penyelenggaraan.
(lan)
