Perspectives News

RSUD Wangaya Terjunkan Tim EMR Bantu Korban Gempa Bumi di NTT


Tim Nakes RSUD Wangaya Kota Denpasar memberikan pelayanan kesehatan untuk korban gempa Bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: HumasDps) 

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS — Merespon kejadian bencana Gempa Bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), RSUD Wangaya Kota Denpasar menerjunkan Tim Emergency Medical Responder (EMR) atau Petugas Medis Tanggap Darurat pada 22 hingga 26 Agustus 2026.

Penugasan tim medis ini dilakukan guna menyikapi permintaan resmi dari Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI melalui Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Dalam misi kemanusiaan tersebut, Tim EMR RSUD Wangaya bergabung bersama perwakilan dari RSUD Payangan Gianyar dan RSUD Singasana Tabanan. Masing-masing rumah sakit mengirimkan 1 orang dokter umum dan 1 orang perawat. Adapun personel medis dari RSUD Wangaya Kota Denpasar yang ditugaskan adalah dr. I Putu Agus Ari Permana Wibawa dan Ns. I Putu Eka Surya, S.Kep.

Kepala Unit Humas dan Promosi RSUD Wangaya, AA. Ayu Dewi Purnami, menjelaskan bahwa tim gabungan ini bertugas di Posko RS Lapangan RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai. Posko tersebut didirikan lantaran bangunan RSUD setempat terdampak gempa, sehingga seluruh pelayanan, baik penanganan korban bencana maupun pasien umum, harus dialihkan ke rumah sakit lapangan.

"Dalam pelayanan penanganan bencana di NTT kami dijadikan 1 tim dari RSUD Wangaya Kota Denpasar, RSUD Payangan Gianyar dan RSUD Singasana Tabanan. Kami juga melakukan koordinasi dgn HEOC Manggarai dalam hal ini Bapak Kadiskes Kabupaten Manggarai," ujar Dewi Purnami saat dihubungi via telepon, Kamis (28/8).

Ia menambahkan bahwa partisipasi aktif tenaga medis dari Bali ini diharapkan dapat memaksimalkan pertolongan darurat di area terdampak bencana.

"Harapan kami di RSUD Wangaya Kota Denpasar sebagai bagian dari Tim Medis Darurat Bali adalah mampu memberikan respons cepat dan pelayanan medis yang cepat, tepat, efektif, terkoordinasi, serta mengutamakan keselamatan korban dan petugas untuk berupaya menurunkan angka kematian dan kecacatan akibat bencana gempa bumi di NTT ini," ucapnya. (Humas.dps/esa) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama