Perspectives News

Semarak Tumpek Krulut di Denpasar: Pemprov Bali Traktir 10 Ribu Cup Kopi Gratis, Dorong UMKM dan Cinta Produk Lokal


Gubernur Koster berbaur dengan masyarakat yang memadati Jenar Kopi Kaliasem, Jalan Kaliasem No. II A, Dangin Puri, Denpasar, Sabtu (1/8). (Foto: Humas-Prov. Bali)

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Peringatan Rahina Tumpek Krulut atau Hari Kasih Sayang Bali kembali dirayakan secara semarak oleh Pemerintah Provinsi Bali. Gubernur Bali Wayan Koster menggelar aksi berbagi kopi dan kuliner gratis kepada masyarakat, salah satunya berpusat di Jenar Kopi Kaliasem, Jalan Kaliasem No. II A, Dangin Puri, Denpasar, Sabtu (1/8/2026).

Di kedai yang menjadi ruang berkumpul anak muda tersebut, sekitar 10.000 cup minuman kopi maupun non-kopi disiapkan secara cuma-cuma, lengkap dengan donat dan roti manis gratis. Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari dengan antrean panjang yang mengular di kawasan Titik Nol Denpasar. Ribuan warga yang didominasi generasi muda tampak memanfaatkan kesempatan tersebut sambil merayakan Hari Kasih Sayang Bali yang sarat makna kebersamaan.

Program ini merupakan bagian dari gerakan serentak di 15 UMKM kuliner dan kedai kopi lokal yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Bali. Melalui kegiatan ini, Pemprov Bali ingin memperkuat kecintaan masyarakat terhadap produk lokal sekaligus menggerakkan perekonomian pelaku usaha mikro.

Gubernur Koster menegaskan bahwa Tumpek Krulut bukan sekadar tradisi, melainkan momentum untuk mengajarkan nilai cinta kasih, kepedulian, dan kebersamaan yang diwariskan oleh leluhur Bali.

"Rahina Tumpek Krulut adalah Hari Tresna Asih atau Hari Kasih Sayang menurut dresta Bali. Momentum ini mengajak kita untuk saling berbagi dan menumbuhkan rasa cinta kasih kepada sesama," ujar Koster.

Koster menjelaskan, pelaksanaan program traktir kopi dan kuliner gratis tahun ini sengaja diperluas dari tahun-tahun sebelumnya. Jika dulu hanya berlangsung di beberapa titik, kini digelar serentak di 15 UMKM sebagai bentuk dukungan nyata.

"Kegiatan ini adalah bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap kuliner lokal Bali sekaligus memperkuat keberlangsungan UMKM," katanya.

Ia juga membuka peluang untuk menambah jumlah UMKM yang dilibatkan pada peringatan Tumpek Krulut berikutnya setelah mengevaluasi pelaksanaan tahun ini.

Dalam kesempatan tersebut, Koster kembali mengingatkan makna filosofis Tumpek Krulut sebagai bagian dari implementasi Jana Kerthi, salah satu unsur dalam konsep Sad Kerthi yang menjadi landasan pembangunan Bali.

"Kita harus bersyukur diwarisi kearifan lokal berupa Sad Kerthi. Ada Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi. Tumpek Krulut merupakan bagian dari Jana Kerthi, yaitu memuliakan manusia melalui cinta kasih, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama," jelasnya.

Menjawab pertanyaan mengenai pembiayaan program tersebut, Koster memastikan seluruh pelaksanaannya telah disusun sesuai aturan.

"Sesuai aturan," katanya singkat.

Koster menambahkan, kegiatan berbagi melalui momentum Tumpek Krulut menjadi cara efektif baginya untuk menyapa masyarakat di seluruh wilayah Bali di tengah padatnya agenda pemerintahan.

"Pada intinya saya ingin menyapa masyarakat Bali di semua wilayah. Karena jadwal sangat padat, tidak mungkin hadir satu per satu ke semua kabupaten. Maka saya memilih cara seperti ini. Respons masyarakat ternyata sangat bagus," ungkapnya.

Ia berharap peringatan ini semakin memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai luhur budaya Bali. "Paling tidak sekarang masyarakat semakin mendapat pemahaman bahwa kita memiliki hari yang sangat mulia dan harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.

Tak hanya kuliner gratis, rangkaian peringatan Tumpek Krulut tahun ini juga diisi dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di berbagai daerah. Koster menekankan bahwa menjaga kesehatan adalah bentuk kasih sayang terhadap diri sendiri.

"Menyayangi diri sendiri dan menyayangi sesama harus dilakukan bersama-sama," tegas Koster seusai menyambangi Jenar Kopi dan berswafoto bersama sejumlah anak muda, seraya mengajak masyarakat menjauhi segala bentuk kekerasan.

Di sisi lain, Pengelola Jenar Kopi, Anggi, mengaku sangat antusias menyambut program pemerintah ini. Menurutnya, konsep berbagi kopi memberikan pengalaman baru yang berdampak positif bagi pelaku usaha.

"Baru tahun lalu saya mengetahui bahwa Tumpek Krulut merupakan Hari Kasih Sayang. Kami senang karena akhirnya banyak anak-anak muda bisa merayakannya dengan cara sederhana, yaitu minum kopi dan berkumpul bersama," kata Anggi.

Anggi merasakan manfaat nyata dari keterlibatan kedainya dalam program ini, terutama dalam mendatangkan pelanggan-pelanggan baru.

"Harapan kami, setelah dilirik dan dipercaya pemerintah, semakin banyak generasi muda dan pasar baru yang datang mencoba kopi di sini. Mudah-mudahan setelah itu mereka menjadi pelanggan tetap," pungkasnya. (*) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama