SAR gabungan mengerahkan kekuatan penuh lewat jalur laut dan udara dalam operasi pencarian hari kedua terhadap I Nyoman Budiana (49). Pria tersebut dilaporkan hilang setelah speed boat yang dikemudikannya mengalami mati mesin di perairan Manta Point, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, Minggu (13/9/2026). (Foto: Basarnas Bali).
KLUNGKUNG,
PERSPECTIVESNEWS- Tim SAR gabungan mengerahkan kekuatan penuh lewat jalur
laut dan udara dalam operasi pencarian hari kedua terhadap I Nyoman Budiana
(49). Pria tersebut dilaporkan hilang setelah speed boat yang dikemudikan
mengalami mati mesin di perairan Manta Point, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung,
Bali.
Upaya pencarian yang berlangsung sejak Minggu (13/9/2026), menghadapi
kendala besar di lapangan. Ketinggian alun (gelombang) laut di area pencarian
tercatat cukup ekstrem, mencapai sekitar empat meter, yang menyulitkan
pergerakan tim di perairan.
Pencarian dari jalur laut melibatkan KN SAR Arjuna 229 yang
bertolak dari Pelabuhan Benoa dengan membawa 20 personel gabungan. Kapal
menyisir lokasi selama sekitar empat jam. Sementara itu, pemantauan dari udara
dilakukan menggunakan Helikopter Type Bell 412 milik SGi Air Bali yang didukung
Finns Search and Rescue, memboyong tujuh personel termasuk tim siaga Kantor
Pencarian dan Pertolongan Denpasar.
Hingga Operasi SAR hari kedua berakhir, penyisiran darat,
laut, maupun udara belum membuahkan hasil dan belum menemukan tanda-tanda
keberadaan korban.
Tim gabungan yang terdiri dari Kantor SAR Denpasar, Polairud
Polda Bali, serta unsur relawan memutuskan untuk mengevaluasi hasil hari itu
dan meyakinkan bahwa operasi pencarian akan kembali dilanjutkan Senin
(14/9/2026) pagi. (dik)
