Bulog Bali saat melakukan monitoring pasar secara serentak dipimpin Pimwil Perum Bulog Bali, Simon Melkisedek Lakapu (Foto: Humas Bulog Bali)
DENPASAR,
PERSPECTIVESNEWS - Perum Bulog Kantor Wilayah Bali turut melaksanakan
monitoring pasar secara serentak sebagai bagian dari langkah konkret dalam
memastikan ketersediaan pasokan serta menjaga stabilitas harga beras dan
kebutuhan pangan masyarakat di Bali.
Kegiatan monitoring dipimpin Pemimpin Wilayah Perum Bulog Bali,
Simon Melkisedek Lakapu dengan mengunjungi Pasar SP2KP Provinsi Bali, yaitu
Pasar Nyanggelan dan Pasar Kreneng. Kegiatan ini dilakukan untuk melihat secara
langsung kondisi pasar, khususnya perkembangan harga, ketersediaan stok beras,
serta kelancaran distribusi beras khususnya beras Stabilisasi Pasokan dan Harga
Pangan (SPHP) kepada masyarakat.
Monitoring pasar tersebut merupakan bagian dari gerakan Bulog
secara nasional yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.
Sebelumnya, jajaran Bulog mengikuti koordinasi nasional melalui video
conference yang dipimpin Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn.)
Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han. bersama Direktur SPHP Badan
Pangan Nasional Maino Dwi Hartono serta seluruh Pemimpin Wilayah dan Pemimpin
Cabang Bulog.
Simon Melkisedek Lakapu menyampaikan bahwa pemantauan
langsung ke pasar menjadi langkah penting untuk memperoleh gambaran kondisi
pangan secara riil sekaligus memastikan intervensi pemerintah melalui Bulog
dapat berjalan efektif.
“Monitoring langsung ke pasar ini kami lakukan untuk
memastikan ketersediaan beras tetap aman, distribusi SPHP berjalan dengan baik,
serta harga beras di tingkat konsumen tetap terkendali dan terjangkau. Kami
terus melakukan pemantauan agar apabila terdapat dinamika harga maupun pasokan
di lapangan dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Simon.
Dari hasil pemantauan di Pasar Nyanggelan dan Pasar Kreneng,
jajaran Bulog Kanwil Bali melakukan dialog dengan pedagang serta mengecek
kondisi ketersediaan dan perkembangan harga beras di pasar. Pemantauan ini juga
menjadi bagian dari upaya memastikan beras khususnya beras SPHP tersalurkan
secara tepat dan dapat diakses oleh masyarakat sesuai ketentuan harga yang
berlaku.
Dari sisi ketersediaan, posisi stok Cadangan Beras
Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog Kanwil Bali per 4 September 2026 tercatat
sebesar 7.657 ton. Sementara itu, realisasi penyaluran beras SPHP di wilayah
Bali telah mencapai 7.208 ton.
Kekuatan stok CBP tersebut memberikan ruang bagi Bulog
Kanwil Bali untuk terus menjalankan berbagai langkah stabilisasi pasokan dan
harga pangan, termasuk melalui penyaluran beras SPHP serta intervensi pasar
apabila diperlukan.
Kehadiran langsung jajaran Bulog dalam monitoring pasar juga
dilakukan sebagai langkah preventif dalam mengantisipasi dinamika harga pangan.
Bulog Kanwil Bali terus berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional, pemerintah
daerah, Satgas Pangan, TNI, Polri, pengelola pasar, serta berbagai pemangku
kepentingan lainnya guna memastikan kondisi pasokan dan harga pangan tetap
terpantau.
Melalui penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah, percepatan
penyaluran SPHP, serta monitoring pasar secara langsung dan berkelanjutan,
Perum Bulog Kanwil Bali berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemerintah
dalam menjaga stabilitas pangan di wilayah Bali. Bulog memastikan seluruh
instrumen yang dimiliki akan terus dioptimalkan agar masyarakat dapat
memperoleh beras dengan pasokan yang cukup, harga yang wajar, dan akses yang
mudah. (*/lan)
