Dorong Sport Tourism Berkelanjutan, Wawali Arya Wibawa Sabet Penghargaan Bali Tourism Award 2026

Wawali Arya Wibawa saat menerima penghargaan Special Recognition Award – Outstanding Leadership in Advancing Sport Tourism in Bali 2026, di The Meru, Sanur, Senin (14/9/2026) petang. (HumasDps) 

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS — Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menerima penghargaan Special Recognition Award – Outstanding Leadership in Advancing Sport Tourism in Bali 2026. Penghargaan bergengsi tersebut diterima dalam ajang Bali Tourism Award ke-11 Tahun 2026 yang berlangsung di The Meru, Sanur, Senin (14/9/2026) petang.

Ajang tahunan ini dihadiri oleh jajaran tokoh lintas sektor, seperti Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar; Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya (mewakili Gubernur Bali); Presiden Indonesia Travel Tourism Awards (ITTA), Panca Sarungu; perwakilan Binus Business School, Dr. Dewi Tamara; serta para perwakilan asosiasi pariwisata di Bali dan undangan terkait lainnya.

Usai menerima penghargaan, Wawali Arya Wibawa menyampaikan bahwa apresiasi ini merupakan kehormatan sekaligus suntikan motivasi untuk terus memperkuat pariwisata berbasis olahraga di Kota Denpasar.

“Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan bagi saya pribadi, namun yang lebih penting adalah ini merupakan apresiasi terhadap kerja bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Denpasar, masyarakat, komunitas olahraga, pelaku pariwisata, serta seluruh pihak yang selama ini turut mendukung pengembangan sport tourism di Kota Denpasar,” ujar Arya Wibawa.

Ia menegaskan, Denpasar menyimpan potensi besar dalam memajukan sport tourism karena terbukti mampu menarik partisipasi publik, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Ke depan, tentu kami akan terus berupaya menghadirkan dan mengembangkan event-event olahraga yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga mampu menjadi daya tarik wisata. Sport tourism ini kita harapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi promosi destinasi, UMKM, ekonomi kreatif, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Arya Wibawa menekankan bahwa pengembangan pariwisata tidak boleh mengabaikan identitas lokal. Penghargaan tersebut menjadi pengingat agar pariwisata tetap selaras dengan karakter, budaya, lingkungan, dan kenyamanan warga Denpasar.

“Kami tidak ingin sport tourism hanya menjadi sebuah event sesaat. Harapannya, kegiatan olahraga dapat menjadi bagian dari ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Apresiasi yang diterima ini dapat menjadi energi positif bagi seluruh pihak untuk terus berinovasi dan menghadirkan kegiatan pariwisata berkualitas di Kota Denpasar,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kadis Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, yang hadir membacakan sambutan Gubernur Bali, menyatakan bahwa pariwisata bukan sekadar penggerak ekonomi, melainkan nafas kehidupan masyarakat Bali yang diwariskan secara turun-temurun.

Sumarajaya membeberkan tren positif angka kunjungan wisatawan yang tetap stabil. “Per Agustus 2026 jumlah kunjungan wisatawan ke Bali adalah 4,6 juta kunjungan, terhitung masih stabil dan mengalami pertumbuhan dibanding tahun 2025. Tugas kita bersama bagaimana mampu menghadirkan pariwisata yang berkualitas serta memberikan manfaat bagi masyarakat di mana kualitas pelayanan menjadi faktor-faktor penentu,” terangnya.

Ia menambahkan, pelayanan atau hospitality bukan sekadar soal kelengkapan hotel yang megah, melainkan tentang bagaimana wisatawan merasa nyaman dan mendapat pengalaman berkesan. Karena itu, pihaknya mengapresiasi ajang ini lantaran tidak hanya menilai aspek komersial, tetapi juga menyoroti aspek keberlanjutan.

“Dalam menghadapi tantangan kepariwisataan ke depan, kita harus berkolaborasi bersama agar pariwisata Bali terus maju dan berkelanjutan. Mari kita bangun bersama pariwisata Bali yang berkualitas internasional tanpa meninggalkan adat budaya dan tradisi masyarakat lokal,” imbau Sumarajaya.

Sementara itu, Presiden ITTA Panca Sarungu menjelaskan bahwa Bali Tourism Award ke-11 merupakan panggung apresiasi bagi insan dan institusi yang berkontribusi nyata bagi industri pariwisata Bali, mulai dari sektor jasa travel, perhotelan, resor, maskapai penerbangan, hingga taman hiburan (theme park).

Panca menekankan bahwa Bali sebagai destinasi wisata utama dunia bisa terus menginspirasi karena didukung oleh sosok-sosok yang berkomitmen pada perubahan positif.

“Kita memberi penghargaan di sejumlah kategori. Di tahun ini kita juga memberikan penghargaan kepada unsur desa adat yang berkontribusi terhadap pariwisata dan kepada unsur pemerintahan di mana peran pemerintah yang penting terhadap kemajuan pariwisata di Bali,” pungkas Panca. (humas.dps/esa-gita)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama