Dukung Denpasar Meraih Adipura, Wamenko Pangan Apresiasi Edukasi Pengelolaan Sampah Sejak Dini di SDN 5 Pedungan


Wawali Arya Wibawa dampingi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, saat meninjau Bank Sampah Gema Pelita di SDN 5 Pedungan, Kota Denpasar, Kamis (10/9). (Foto: HumasDps) 

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat komitmen pengelolaan sampah dari sumber, salah satunya melalui edukasi pemilahan sampah di lingkungan sekolah. Langkah ini mendapat apresiasi langsung dari Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, saat meninjau Bank Sampah Gema Pelita di SDN 5 Pedungan, Kota Denpasar, Kamis (10/9).

Dalam kunjungan tersebut, Wamenko Pangan didampingi Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar Ida Bagus Putra Wirabawa, serta Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar AA Gede Wiratama. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung praktik edukasi dan pengelolaan sampah dari sumber yang melibatkan siswa serta lingkungan sekolah.

Wamenko Pangan, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan pentingnya membangun perubahan perilaku sejak dini agar menjadi kebiasaan yang berkelanjutan. Ia memuji keseriusan Pemkot Denpasar dalam menyediakan sarana pengolahan sampah organik di sekolah.

“Ini suatu contoh yang kita lihat. Ketika ditanyakan kepada anak-anak, sudah tersedia tebe modern dan black composter, mereka menjawab sudah. Artinya, keseriusan Bapak Wali Kota ini menjadi langkah besar dalam penanganan sampah,” ujar Hanif.

Ia menjelaskan bahwa persoalan sampah merupakan tantangan serius bagi Bali, termasuk Kota Denpasar sebagai salah satu destinasi pariwisata internasional. Oleh karena itu, pengelolaan sampah dari rumah tangga, hotel, sekolah, hingga fasilitas lainnya harus terus diperkuat.

Berdasarkan laporan Pemerintah Provinsi Bali, volume sampah yang masuk ke TPA Suwung tercatat terus mengalami penurunan. Ke depan, pemerintah mendorong agar sampah organik dapat diselesaikan sepenuhnya di sumber.

“Sampah organik harus sudah diselesaikan di sumber. Ini yang terus kita dorong,” tegasnya.

Selain penanganan di tingkat sumber, pemerintah juga mendorong pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik yang ditargetkan dapat beroperasi pada akhir 2027. Hanif berharap Kota Denpasar dan Kabupaten Badung dapat menjadi percontohan bagi daerah lain di tengah tingginya aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan, sekaligus mendukung pencapaian penghargaan Adipura bagi Kota Denpasar.

“Kami sudah menyampaikan kepada kabupaten lain untuk belajar di Denpasar. Kompleksitasnya cukup tinggi dan kehadiran wisatawan cukup banyak dibandingkan jumlah penduduknya, tetapi pelayanan wisata tetap harus berjalan tanpa mengurangi upaya mengatasi masalah sampah,” katanya.

Menanggapi apresiasi tersebut, Wawali Arya Wibawa menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah pusat terhadap upaya penanganan sampah di Kota Denpasar. Menurutnya, edukasi sejak usia sekolah menjadi pilar utama dalam membangun budaya memilah sampah.

“Terima kasih atas apresiasi yang diberikan Bapak Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan. Pengelolaan sampah dari sumber menjadi langkah penting untuk mengurangi beban sampah yang dibawa ke tempat pemrosesan akhir. Karena itu, edukasi kepada masyarakat, termasuk anak-anak di sekolah, terus kami perkuat,” ujar Arya Wibawa.

Sementara itu, Ketua Bank Sampah Gema Pelita, Dede Mahandra, menjelaskan bahwa keberadaan bank sampah di SDN 5 Pedungan tidak hanya sebagai tempat penampungan, melainkan juga sarana edukasi bagi siswa dan keluarganya.

“Anak-anak menabung sampah bersama keluarganya. Mereka memilah sampah dari rumah, kemudian sampah yang sudah dipilah ditabung di bank sampah,” jelas Dede.

Untuk sampah organik, pihak sekolah mengolahnya melalui fasilitas teba modern, komposter, lubang biopori, serta pembuatan eco enzyme. Para siswa juga dilibatkan secara aktif sebagai Gema Pelita Ranger untuk membantu penimbangan dan mengedukasi kawan-kawan mereka.

Dede menambahkan, edukasi pengelolaan sampah dilakukan secara rutin melalui berbagai kegiatan sekolah dan pelayanan penimbangan berkala.

“Kami juga melakukan edukasi setiap pagi. Pada saat purnama dan tilem, kami melaksanakan kegiatan Bank Sampah Gema Pelita,” pungkasnya. (Ayu/Humas Denpasar).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama