Ketua DPD Partai Demokrat I Made Mudarta (berdiri di atas) yang turut menyaksikan pembukaan akses jalan yang menghubungkan wilayah Munduk Dawa, Puring, dan Pekandalen menuju SD Negeri 6 Penatahan di Sangketan serta Pura Luhur Tamba Waras, Sabtu (12/9/2026). (Foto: perspectives)
TABANAN, PERSPECTIVESNEWS- Warga di Desa Sangketan, Kecamatan
Penebel, Kabupaten Tabanan mengaku sangat bersyukur dengan dibukanya akses
jalan yang menghubungkan wilayah Munduk Dawa, Puring, dan Pekandalen menuju SD
Negeri 6 Penatahan di Sangketan serta Pura Luhur Tamba Waras.
“Saya bersama seluruh warga sangat bersyukur dan berterima
kasih kepada Bapak Suka Wijaya yang sudah mewujudkan harapan kami untuk
membangun akses jalan yang kami tunggu sejak lama, bertahun-tahun,” ujar petani
yang disapa dengan Pak Made ini saat diminta pendapatnya terkait pembukaan
akses jalan tersebut, Sabtu (12/9/2026).
Sementara itu, penggagas pembangunan jalan yakni Ketua PAC
Demokrat Penebel, I Made Suka Wijaya, S.Pd., mengaku berinisiatif bersama
masyarakat untuk membangun dan membuka jalan di Desa Sangketan, Kecamatan
Penebel, Kabupaten Tabanan yang merupakan akses sangat vital bagi masyarakat
karena menghubungkan wilayah Munduk Dawa, Puring, dan Pekandalen menuju SD
Negeri 6 Penatahan di Sangketan serta Pura Luhur Tamba Waras.
Meski demikian, keterbatasan finansial dimiliki tentu
membuat PAC Demokrat Penebel berkolaborasi dengan jajaran tim Demokrat, baik di
tingkat provinsi, pusat, daerah, maupun perwakilan di DPR.
"Wilayah Sangketan ini sebenarnya memiliki potensi
yang luar biasa. Melihat hal tersebut, ada dorongan kuat dari masyarakat,
inisiatif murni dari saya, serta dukungan teman-teman di sini untuk membuka
akses jalan ini," kata Suka Wijaya di lokasi pembangunan jalan.
Ditambahkan Suka Wijaya, pengajuan awal di proposal adalah
6 hari. Namun, pengerjaannya sudah berjalan selama 8 hari dan jalannya belum
sepenuhnya tembus.
Adanya jalan baru, pihaknya berharap masyarakat
memiliki akses yang lebih dekat menuju titik-titik vital, terutama untuk
menyekolahkan anak-anak ke SD Negeri 6 dan mempermudah persembahyangan
mengingatPura Luhur Tamba Waras ini dipercaya secara niskala sebagai pusat
pengobatan dan tempat berkumpulnya para apoteker.
“Jalur ini juga menghubungkan ke Puncak Sari yang menjadi
pusat kehidupan dan sumber mata pencaharian warga. Semoga jalan ini memberi
manfaat besar bagi masyarakat Desa Sangketan,” tutur mantan guru ini.
Akses jalan memiliki panjang 1,5 km yang dimanfaatkan
sekitar 500 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di beberapa titik dengan sekitar
150 - 200 KK sebagai penduduk asli di daerah tersebut.
"Aktivitas warga di malam hari tetap ada. Untuk
penerangan jalan sudah difasilitasi dan berjalan dari pihak Pemda," kata
Suka Wijaya.
Ketua PAC Demokrat Penebel, I Made Suka Wijaya, S.Pd., (tengah). (Foto: perspectives)
Menurutnya, sejauh ini belum ada kendala. Semua persetujuan
pembebasan lahan sudah aman dan ada hitam di atas putih, termasuk surat
perjanjian bertanda tangan.
"Masyarakat sangat kompak dan mendukung. Hari ini
tidak semua pengurus bisa hadir karena ada persiapan upacara odalan di Pura
Tamba Waras. Sebagian besar warga dan pengurus sedang bergotong royong
(ngayah), baik di Munduk Dawa maupun di Pekandelan. Jadi, hanya beberapa dari
kami yang bisa hadir saat ini," jelasnya.
Terkait perhatian pemerintah daerah dalam pembukaan akses
jalan di wilayahnya, Suka Wijaya mengaku masih kurang, namun pihaknya akan
tetap berjuang demi warga masyarakat di desanya yang membutuhkan akses jalan
lebih luas dan lebih bagus.
“Sudah 60 tahun warga berharap ada jalan penghubung dan sekarang baru terwujud. Kami melihat semangat dan nilai kebersamaan yang dibutuhkan untuk memiliki jalan yang layak dan terhubung,” kata Ketua DPD Partai Demokrat I Made Mudarta memberikan komentarnya.
Menurut Mudarta, dengan terbangunnya akses jalan, masyarakat akan lebih mudah beraktifitas dan memanfaatkan fasilitas umum seperti Rumah Sakit, Posyandu, Puskesmas hingga sekolah. (lan)
