Diduga akibat Dupa, Merajan Warga Jembrana Terbakar

 

Peristiwa kebakaran melanda bangunan suci (merajan taksu) milik warga di Jalan Pulau Irian, Banjar Menega, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, pada Jumat (23/10/2026) malam. Insiden tersebut diduga kuat dipicu oleh sisa api dupa seusai persembahyangan. (Foto: Damkar Jembrana).

​JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS-Peristiwa kebakaran melanda bangunan suci (merajan taksu) milik warga di Jalan Pulau Irian, Banjar Menega, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, pada Jumat (23/10/2026) malam. Insiden tersebut diduga kuat dipicu oleh sisa api dupa seusai persembahyangan.

​Kebakaran bermula saat keluarga pemilik rumah, I Ketut Sudiasa (46), sedang beristirahat sekitar pukul 20.30 WITA, setelah sebelumnya sang istri melaksanakan ibadah persembahyangan pada pukul 19.00 WITA. Kobaran api pertama kali diketahui oleh anak korban yang hendak ke kamar mandi.

​Melihat kobaran api membakar area merajan taksu, ia langsung berteriak meminta tolong. Ketut Sudiasa dengan tanggap berupaya memadamkan api secara mandiri menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) ukuran 1 kilogram serta siraman air seadanya.

​Kasi Damkar Jembrana, Kade Bagus Darmawan, saat dikonfirmasi, Sabtu (24/10/2026) malam, menjelaskan bahwa pihak Regu II Damkar menerima laporan dari warga setempat pada pukul 21.00 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung meluncur ke lokasi kejadian dengan waktu tempuh hanya tiga menit.

​"Kami mengerahkan empat unit armada damkar ke lokasi. Namun, setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas tidak melakukan tindakan pemadaman karena api sudah berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh pemilik rumah," ujar Kade Bagus Darmawan.

​Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Kerugian materiil akibat kebakaran bangunan suci tersebut diperkirakan mencapai Rp3,5 juta.

​Pihak Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Jembrana mengimbau warga agar senantiasa waspada dan memastikan sisa api dupa atau bahan mudah terbakar lainnya telah benar-benar padam seusai melaksanakan persembahyangan guna mencegah kejadian serupa. (dik)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama