Ekspresi Richie Duta Richardo manakala lawannya gagal mengembalikan bola. Richie ke final Indonesia Masters 2026 setelah menang atas Zhu Xuan Chen dari China, 21-16, 13-21, 21-16. (Foto: X/Badminton)
KUDUS,
PERSPECTIVESNEWS – Tuan rumah Indonesia menempatkan tiga wakilnya di final
Indonesia Masters 2026 setelah di semifinal, Sabtu (24/10/2026) mereka menang
atas lawan-lawannya.
Bertanding di GOR Djarum Arena Kudus, jawa Tengah, tunggal
putra Richie Duta Richardo ke final setelah mengalahkan unggulan tiga dari
China, Zhu Xuan Chen dengan tiga gim 21-16, 13-21, dan 21-16. Di final hari
Minggu (25/10/2026), Richie ditantang wakil China lainnya, Dong Tian Yao.
Richie bersyukur bisa meraih kemenangan, sehingga bisa
membalas kekalahan pada minggu lalu. Ia juga bersyukur dapat menyelesaikan
pertandingan tanpa mengalami cedera maupun kendala lainnya.
Richie mengatakan kesabaran menjadi salah satu kunci
permainannya pada gim pertama. Meski Zhu memiliki variasi pukulan, lawannya
juga beberapa kali melakukan kesalahan sendiri.
Namun, Richie mengakui permainannya mengendur pada gim kedua
sehingga banyak melakukan kesalahan sendiri.
Finalis Indonesia lainnya, yakni di sektor ganda putra pasangan
Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino dan ganda putri pasangan unggulan
dua Isyana Shahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine.
Rian/Daniel di semifinal mengalahkan ganda putra Indonesia lainnya,
Taufik Aderya/Alexius Ongkytama Subagio dengan skor 21-18, 17-21, 22-20.
Sedangkan ganda putri Isyana Shahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine menang atas
wakil Korsel Moon In Seo/Park Seul 21-12, 21-19.
Ganda putra Rian/Daniel juga ke final Indonesia Masters 2026 (Foto: X/Badminton)
Di final Muhammad Rian/Daniel ditantang pasangan Korea
Selatan Jin Yong/Jo Song Hyun sementara Isyana Shahira Meida/Rinjani Kwinnara
Nastine menghadapi unggulan pertama asal Thailand, Hathaitip Mijad/Nattamon
Tungkasatan.
Usai pertandingan,
Rian mengaku bersyukur dapat menyelesaikan pertandingan tanpa mengalami cedera
meski harus bekerja keras untuk mengatasi perlawanan rekan senegaranya
tersebut.
Ia mengakui terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri pada
gim ketiga sehingga membuat lawan semakin percaya diri. Namun, Rian/Daniel
mampu membalikkan keadaan hingga mengamankan kemenangan.
"Meskipun tertinggal jauh perolehan poinnya dengan
lawan, kami saling komunikasi. Mau tertinggal berapa pun, kami coba lebih fokus
untuk setiap poinnya," ujar Rian.
Menurut dia, situasi tertinggal dalam perolehan poin juga beberapa kali terjadi ketika mereka berlatih bersama Taufik/Ongkytama. Namun, kondisi tersebut tidak membuat mereka kehilangan keyakinan untuk mengejar ketertinggalan.
"Jadi, mau ketinggalan berapa pun, kita coba buat lebih fokus saja karena sebelum 21 itu masih ada harapan," ujarnya.
Senada dengan Rian, Daniel mengaku bersyukur bisa melewati
pertandingan tanpa cedera dan meraih kemenangan.
Ia menyebut tekanan dari lawan mulai terasa pada akhir gim
kedua hingga gim ketiga. Meski demikian, mereka berusaha terus mengejar poin
dan menjaga permainan hingga pertandingan berakhir.
"Perasaannya senang, pastinya. Kami berdua pertama kali
final Super 100 ini dan kami masih belum puas. Kami harus maksimal lagi besok
di final dan semoga saja lancar jadi juara," ujar Daniel. (*)

