Tim sepak bola Gianyar melakukan selebrasi seusai memastikan
medali cabor sepak bola Porprov Bali XVI/2025 menjadi milik mereka dengan
mengalahkan Denpasar 4-3 di Lapangan Samudera Kuta, Selasa (16/9) (Foto:
bin-awan)
BADUNG,
PERSPECTIVESNEWS - Tim sepak bola Porprov Gianyar berhasil menyabet medali
emas setelah mengalahkan Kota Denpasar di babak final, Selasa (15/9/2025) di
Lapangan Samudera, Kuta, Badung. Menariknya, Gianyar keluar sebagai juara meski
hanya bermain dengan 9 orang.
Kota Denpasar menyentak lebih awal di menit 10 lewat gol
tendangan bebas Josua Darma Putra. Namun lima menit berselang, I Made Deva
Laksmana Putra menyamakan kedudukan juga melalui tendangan bebas.
Di menit 34, Deva Laksmana Putra kembali mencatatkan namanya
sebagai pencetak gol setelah sepakan lemahnya gagal diantisipasi kiper
Denpasar.
Sayangnya, lima menit kemudian Gianyar harus bermain dengan
10 orang setelah bek Bagas Bayu Janu Arianto diusir ke luar lapangan karena
melanggar Josua Darma Putra dengan keras.
Meski unggul jumlah pemain, Denpasar justru kewalahan
membongkar pertahanan Gianyar. Sebaliknya, Gumi Seni tetap bermain terbuka
meski kekurangan satu pemain.
Memasuki injury time, medali emas sudah di depan mata untuk
Gianyar. Namun sayang, pertahanan mereka akhirnya bobol di menit 86 lewat
sontekan pemain pengganti I Gede Sheva Pratama Putra. Walhasil, waktu normal
berkesudahan 2-2 dan laga dilanjutkan ke babak extra time.
Di perpanjangan waktu 2x15 menit, Denpasar mencuri gol
sekaligus menjauh menjadi 3-2 lewat sundulan I Gede Eka Darma Putra
memanfaatkan tendangan bebas.
Tanpa diduga, Gianyar mendapat semangat juangnya kembali. Di
menit 116, Dewa Gede Aris memaksakan hasil imbang 3-3. Bahkan, Gianyar memimpin
menjadi 4-3 di penghujung waktu lewat sontekan I Gusti Ngurah Bayu Ardi.
Namun sebelum itu, Gianyar bermain dengan sembilan pemain
seusai Deva Laksmana Putra mendapat kartu kuning kedua. Hingga waktu usai,
Gianyar sukses mempertahankan kedudukan dan keluar sebagai juara sekaligus berhak
atas medali emas.
Pelatih Gianyar, I Wayan Agus Wira Senjaya seusai laga
sangat mengapresiasi perjuangan anak asuhnya hingga menit akhir. "Saya
harus apresiasi perjuangan pemain dari awal fase grup, lalu ke semifinal dan
sekarang bisa sekarang meraih kejayaan. Dari yang awalnya terjatuh kemudian
bangkit lagi. Seperti mendaki gunung, saat ini kami sedang melihat
keindahan," tegas Wira Senjaya.
Gianyar sendiri diakuinya berkekuatan 20 pemain dengan
semuanya putra daerah. Ia berharap dengan medali emas ini, sepak bola di
Gianyar kembali bangkit dan lebih baik. "Ini adalah emas ketiga Gianyar
sepanjang Porprov Bali," tandasnya. (angga)
