AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, didampingi Wakapolres Kompol I Ketut Darta dan Kabag Ops Kompol Tjokorda Gede Arim serta sejumlah Kasat dan Kasi Humas Polres Jembrana, saat menggelar rilis akhir tahun 2025 di aula Mako Polres Jembrana, Rabu (31/12/2025). (Foto:dik/perspectives)
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Di tengah tren penurunan
angka kriminalitas umum, Kabupaten Jembrana menghadapi rapor merah pada sektor
perlindungan kemanusiaan. Polres Jembrana mencatat lonjakan drastis pada kasus
kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang tahun 2025.
Dalam jumpa pers akhir tahun di Mako Polres Jembrana, Rabu
(31/12/2025), Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati mengungkapkan
bahwa anomali ini menjadi perhatian serius pihaknya.
Meskipun total tindak pidana di Jembrana menurun dari 215
kasus pada 2024 menjadi 149 kasus pada 2025, angka kekerasan terhadap kelompok
rentan justru bergerak berlawanan arah.
Total kasus tercatat 55 kasus pada 2025, meningkat 17 kasus
atau sekitar 45 persen dibandingkan tahun 2024 (38 kasus). Kasus menonjol,
pencabulan dan persetubuhan terhadap anak meningkat hampir dua kali lipat, dari
7 kasus menjadi 13 kasus.
"Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak justru
mengalami peningkatan. Ini menjadi atensi kami," ujar AKBP Citra Dewi,
didampingi Wakapolres Kompol I Ketut Darta dan Kabag Ops Kompol Tjokorda Gede
Arim serta sejumlah Kasat dan Kasi Humas Polres Jembrana.
Selain isu kekerasan, Kapolres juga menyoroti beberapa poin
krusial lainnya yang terjadi sepanjang tahun 2025. Laka lantas, terjadi
kenaikan tipis menjadi 494 kasus, namun angka fatalitas (korban meninggal
dunia) berhasil ditekan dari 72 jiwa menjadi 48 jiwa.
Namun kasus gantung diri masih mendominasi kejadian
menonjol di Jembrana dengan 19 kejadian. Pihak kepolisian menyatakan telah
menggandeng pemerhati kesehatan mental untuk langkah mitigasi stres masyarakat.
Narkoba dan kriminal umum menunjukan tren positif dengan
penurunan jumlah laporan dan peningkatan persentase penyelesaian perkara hingga
mencapai 116 persen.
Menutup laporannya, Kapolres menegaskan bahwa meski Polres
Jembrana menerima enam piagam penghargaan atas prestasi personel, evaluasi
terhadap meningkatnya kasus kekerasan anak dan perempuan akan menjadi prioritas
utama di tahun mendatang.
Sosialisasi masif dan kerja sama antarlembaga akan diperkuat
untuk memastikan lingkungan yang lebih aman bagi perempuan dan anak di Bumi
Makepung. (dik)
