Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Ketua
DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede saat menghadiri Penjajakan Minat Pasar
(Market Sounding) serangkaian Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU)
Pengembangan RSUD Wangaya Kota Denpasar di Jakarta, Rabu (10/12/2025). (Foto:
Humas Kota Denpasar)
JAKARTA,
PERSPECTIVESNEWS – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara
menghadiri Penjajakan Minat Pasar (Market Sounding) serangkaian Kerja sama
Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Pengembangan RSUD Wangaya Kota Denpasar di
Jakarta, Rabu (10/12/2025). Hal tersebut menandakan keseriusan Pemkot Denpasar
dalam mewujudkan peningkatan pelayanan kesehatan berkelanjutan bagi masyarakat.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Kota
Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, AA Putu Gede
Wibawa, Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar, I Wayan Sutama, Asisten
Perekonomian dan Pembangunan, Ida Bagus Alit Adhi Merta, Asisten Administrasi
Umum, Putu Wisnu Wijaya Kusuma, Kepala Bappeda, I Wayan Putra Sarjana, dan
Direktur Utama RSUD Wangaya, dr. AA Made Widiasa.
Selain itu, hadir pula Direktur Pengelolaan Dukungan
Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur, Kementerian Keuangan, Heri Setiawan,
Direktur Keuangan PT. Penjamin Infrastruktur Indonesia, Donny Hamdani, Direktur
Pendapatan, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Teguh Narutomo, Asisten
Deputi Pembiayaan Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kemenko
Infrastruktur dan Kewilayahan, Ferry Akbar Pasaribu serta investor peserta
Penjajakan Minat Pasar (Market Sounding).
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan
apresiasi atas kehadiran dari berbagai Kementerian, Lembaga, calon investor dan
pemangku kepentingan dalam Penjajakan Minat Pasar (Market Sounding) awal KPBU
Pengembangan RSUD Wangaya Kota Denpasar. Hal ini menunjukkan besarnya komitmen bersama
dalam membangun infrastruktur kesehatan bagi masyarakat Bali, khususnya Kota
Denpasar.
Lebih lanjut dijelaskan, kondisi infrastruktur dan fasilitas
kesehatan di RSUS Wangaya saat ini membutuhkan pengembangan yang komprehensif.
Hal ini guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan, baik secara
kualitas dan kuantitas yang berkelanjutan.
"Melalui skema KPBU kami berharap mampu menghadirkan
efisiensi pembiayaan, percepatan pembangunan, transfer teknologi serta
peningkatan pelayanan berkelanjutan," ujarnya.
Jaya Negara menekankan bahwa Pemkot Denpasar memberikan
dukungan penuh, termasuk jaminan dari PT. Penjamin Infrastruktur Indonesia.
Sehingga melalui forum Penjajakan Minat Pasar (Market Sounding) awal ini
diharapkan dapat melahirkan komunikasi yang konstruktif untuk mendukung
optimalisasi KPBU ini.
"Kami optimis KPBU ini akan memberikan dampak nyata,
dan menjadi model berkelanjutan pengembangan infrastruktur kesehatan di daerah
dengan membangun kemitraan pemerintah dengan badan usaha untuk kepentingan
masyarakat," ujar Jaya Negara.
Direktur Utama RSUD Wangaya, dr. AA Made Widiasa menambahkan
bahwa RSUD Wangaya Kota Denpasar terus berbenah. Berbagai inovasi pelayanan
terus diluncurkan guna memberikan jaminan kesehatan optimal bagi masyarakat.
Kali ini, selain membangun gedung poliklinik terpadu yang pengerjaan fisiknya
akan dimulai pada Tahun 2026 mendatang, RSUD Wangaya juga masih berproses dalam
peningkatan infrastruktur melalui skema KPBU.
Dikatakannya, adapun pengembangan RSUD Wangaya secara
berkelanjutan membutuhkan dana dikisaran Rp800-900 miliar. Hal tersebut
meliputi pengembangan ruang rawat inap, penambahan layanan terpadu, pembangunan
rumah duka hingga peningkatan fasilitas kesehatan dan alat kesehatan.
"Saat ini kita market sounding awal, nanti dilanjutkan
dengan persiapan transaksi dan market sounding final, setelahnya baru
penandatanganan perjanjian serta financial close, sesuai timeline, maka
pelaksanaan konreuksi akan dimulai pada kwartal III Tahun 2027, dan tuntas pada
Tahun 2029 untuk selanjutnya memasuki tahap operasional," ujar Widiasa.
Direktur Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan
Infrastruktur, Kementerian Keuangan, Heri Setiawan didampingi Direktur Keuangan
PT. Penjamin Infrastruktur Indonesia, Donny Hamdani menjelaskan bahwa Market
Sounding merupakan salah satu tahapan yang wajib dilalui dalam skema KPBU.
Dimana, kegiatan ini dilaksanakan guna memastikan bahwa proyek KPBU yang akan
dilaksanakan adalah proyek yang layak dan memiliki potensi keberhasilan yang
tinggi.
"Kami bersyukur dalam hal ini bisa turut berpartisipasi
dan dipercaya Menkeu untuk memberikan dukungan penyiapan proyek dan
pendampingan dalam KPBU ini. Kegiatan ini juga untuk memastikan bahwa proyek
KPBU yang akan dilaksanakan adalah proyek yang layak dan memiliki potensi
keberhasilan yang tinggi, dengan demikian dapat meningkatkan transparansi dan
akuntabilitas dalam proses pengadaan proyek KPBU," ujarnya. (ags)
