Museum Tanah Lot Majapahit Bali kini resmi hadir di objek wisata Tanah Lot pada akhir Nopember 2025. (Foto: perspectives)
TABANAN, PERSPECTIVESNEWS- Museum Tanah Lot Majapahit
Bali kini resmi hadir di objek wisata Tanah Lot pada akhir Nopember 2025.
Kehadiran museum selain melengkapi sekaligus menjadi wadah edukasi tentang sejarah
kebesaran Kerajaan Majapahit di Indonesia di zamannya.
Museum Majapahit Tanah Lot Bali berlokasi di Desa Beraban,
Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali, diresmikan Bupati Tabanan Komang Sanjaya
pada 15 Nopember 2025 dan dibuka untuk umum pada 30 Nopember 2025.
Menurut Direktur Utama I Gusti Made Suryantha Putra,
keberadaan museum karena ketertarikannya pada nilai-nilai sejarah Kerajaan
Majapahit.
“Saya dulu kuliah di Prodi Ilmu Sejarah Unud, dan itu
memunculkan keinginan saya untuk mendirikan Museum Majapahit ini bersama empat rekan
investor lainnya,” ungkapnya ke media, di museum setempat, Rabu (31/12/2025).
Dengan investasi sebesar Rp 18,5 milyar dari rencana
pengembangan Rp 35 milyar, Suryantha Putra yakin Museum Tanah Lot Majapahit
Bali tak sekedar menjadi objek wisata alternatif, tetapi memberikan edukasi
bahwa kejayaan Kerajaan Majapahit menjadi cermin bahwa Bangsa Indonesia pernah
menjadi bangsa yang besar, baik dari sisi sosial, ekonomi dan politik di era
tersebut.
Setelah 2 tahun menunggu izin keluar, kini Musem Majapahit sudah
bisa dikunjungi setiap hari dengan harga tiket untuk wisatawan lokal Rp 20.000
dan asing Rp 50.000 yang bisa dibeli pada loket DTW Tanah Lot.
Berdiri di atas luas bangunan 1.360 m2 dengan 20 zona,
Museum Tanah Lot Majapahit Bali memiliki legal standing (sertifikat) dari Yayasan
Museum D’Topeng Kingdom.
Kadek Juliantara, Markom/Humas Museum Tanah Lot Majapahit Bali saat memberikan keterangan perjalanan sejarah Kerajaan Majapahit, Rabu (31/12/2025). (Foto: perspectives)
Sementara Kadek Juliantara, Markom/Humas Museum Tanah Lot Majapahit
Bali menambahkan, Kerajaan Majapahit yang didirikan pada tahun 1293 Masehi dan mencapai
puncak kejayaan di abad ke-14, berada di bawah pimpinan Hayam Wuruk
dan Gajah Mada.
“Sejarah mencatat perjalanan manusia Bali purba hingga
lahirnya Kerajaan Majapahit yang dipelajari berdasarkan Kitab Negarakertagama
yang ditulis Mpu Prapanca, juru tulis Raja Hayam Wuruk kala itu,” ungkap Juliantara.
Disebutkan, museum dengan 20 zona dibuat dalam ruangan
berbentuk labirin. Masing-masing zona memiliki cerita yang dijelaskan secara
runut lengkap dengan koleksi peninggalannya.
Zona pertama menjelaskan manusia Bali purba sebelum Masehi
di Kawasan Desa Batur, Truinyan dan Sembiran.
Di zona berikutnya menjelaskan kedatangan Wangsa Warmadewa yang kemudian menjadi raja di Bali. Warmadewa kemudian melahirkan beberapa putra, salah satunya adalah Airlangga yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya Kerajaan Majapahit.
Museum ini mengoleksi ratusan peninggalan zaman Majapahit
yang seluruhnya asli tanpa replika.
Butuh 30 tahun menelusuri koleksi tersebut hingga bisa
dihadirkan di museum. Di setiap zona, juga disediakan penjelasan dengan Bahasa Indonesia
dan Inggris. Terdapat QR yang bisa discan oleh pengunjuhg lewat aplikasi khusus.
“Kami menambahkan sentuhan teknologi agar memudahkan
penunjung bia mempelajari lebih dalam dan bisa merasakan sensainya seara
langsung,” tutup Juliantara. (lan)

