Perspectives News

Kasus Pertama di Bali: Jembrana Siaga Virus LSD

 


Petugas melakukan pemotongan bersyarat terhadap sapi positif LSD di RPH, untuk memutuskan rantai penularan virus mematikan di Jembrana, Rabu (14/1/2026). (Foto:dik/Perspectives)

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Pulau Dewata mencatat temuan kasus perdana virus Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit berbenjol.

Sebagai langkah cepat memutus rantai penularan, Pemerintah Kabupaten Jembrana melakukan pemotongan bersyarat terhadap lima ekor sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Jembrana, Rabu (14/1/2026).

​Kepala Bidang Keswan-Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, menjelaskan bahwa temuan ini bermula dari kecurigaan petugas di Desa Baluk dan Desa Banyubiru pada September 2025. Setelah melalui uji sampel, hasil laboratorium mengonfirmasi status positif pada Januari 2026.

​Hingga saat ini, sebaran virus telah mencapai 28 kasus di dua kecamatan, yakni Negara dan Melaya, dengan total empat ekor sapi dilaporkan mati.

​Untuk mengantisipasi penyebaran yang lebih luas, pemerintah terkait telah menetapkan sejumlah kebijakan ketat:, yakni me-lockdown wilayah yang terdampak atau melakukan isolasi total, sapi tidak diperbolehkan keluar dari wilayah tersebut.

Selain itu, melaksanakan sanitasi intensif, dengan penyemprotan disinfektan secara masif di kandang-kandang peternak, serta ​pemotongan bersyarat, untuk menghilangkan sumber penularan melalui eliminasi ternak yang terinfeksi secara bertahap.

​Pemerintah memastikan bahwa peternak tidak akan menanggung kerugian finansial akibat kebijakan ini.

"Ganti rugi diberikan sesuai dengan harga pasaran sapi. Fokus utama kami adalah memutus rantai penyebaran tanpa merugikan masyarakat," tegas Sugiarta, ditemui saat pemotongan sapi di di rumah potong hewan (RPH) Jembrana.

​Pihak Dinas Pertanian dan Pangan juga mengimbau para peternak untuk segera melapor ke petugas medikvet di tiap kecamatan jika menemukan ternak dengan gejala klinis mencurigakan agar penanganan dini dapat segera dilakukan. (dik)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama