Penyalaan listrik program bantuan listrik gratis Light Up The Dream (LUTD) PLN Desa Panji, Buleleng. (Foto: PLN)
BULELENG,
PERSPECTIVESNEWS- PT PLN (Persero) kembali menegaskan komitmennya dalam
menghadirkan keadilan energi bagi masyarakat melalui program Light Up The Dream
(LUTD).
Program
bantuan penyambungan listrik gratis ini menyasar keluarga prasejahtera yang
tinggal di wilayah berlistrik, namun selama ini belum dapat menikmati akses
listrik secara mandiri di rumahnya sendiri.
Program
Light Up The Dream merupakan inisiatif sosial PLN yang pendanaannya bersumber
dari donasi sukarela para pegawai PLN.
Melalui
program ini, PLN ingin memastikan listrik tidak hanya menjadi kebutuhan dasar,
tetapi juga menjadi pintu pembuka bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat
kurang mampu, baik dari sisi kenyamanan hidup, akses pendidikan, hingga peluang
ekonomi.
Pada tahap I
Januari 2026, program LUTD dilaksanakan di Desa Panji, Kecamatan Buleleng,
Kabupaten Buleleng, dengan menyasar 26 keluarga prasejahtera sebagai penerima
manfaat.
Program ini
menjadi wujud nyata semangat gotong royong insan PLN dalam menghadirkan manfaat
langsung bagi masyarakat.
Penyalaan
simbolis sambungan listrik dilaksanakan pada Selasa (13/1/2025) di kediaman
Nyoman Genep Yasa, salah satu penerima manfaat program LUTD.
Kegiatan
tersebut dihadiri oleh General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi
Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG.,
jajaran perangkat daerah, pemerintah desa, serta unsur TNI dan Polri setempat.
General
Manager PLN UID Bali Eric Rossi Priyo Nugroho menyampaikan bahwa program LUTD
merupakan wujud nyata kepedulian sosial PLN yang lahir dari semangat
kebersamaan para pegawai.
Menurutnya,
listrik bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga sarana penting untuk
meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Melalui
program LUTD, kami ingin memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam
menikmati manfaat listrik. Program ini hadir dari kepedulian pegawai PLN dan
kami harap dapat membantu masyarakat menjalani kehidupan yang lebih aman,
nyaman, dan produktif,” ujarnya.
Sementara
itu, Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bali Utara, Elshinta,
menjelaskan bahwa pada pelaksanaan LUTD Tahap I Tahun 2026, total penerima
manfaat di wilayah Bali Utara mencapai 36 pelanggan. Dari jumlah tersebut,
sebanyak 26 pelanggan berada di Kabupaten Buleleng dan 10 pelanggan lainnya di
Kabupaten Jembrana.
“Program
LUTD ini kami arahkan tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar
membutuhkan. Harapannya, listrik yang kini telah menyala dapat dimanfaatkan
untuk mendukung aktivitas sehari-hari dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,”
jelasnya.
Bupati
Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG., mengapresiasi konsistensi PLN dalam
menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Ia
menilai kehadiran listrik memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas
rumah tangga, pendidikan, hingga ekonomi warga.
Rasa syukur
juga disampaikan oleh Nyoman Genep Yasa selaku penerima bantuan. Ia mengaku
kini dapat menikmati listrik di rumahnya sendiri setelah sebelumnya harus
berbagi sambungan dengan pihak lain.
“Kami sangat
bersyukur dan berterima kasih kepada PLN. Dengan adanya listrik di rumah, kami
sekeluarga bisa beraktivitas dengan lebih nyaman. Bantuan ini sangat berarti
bagi kami,” ujarnya.
Sepanjang
tahun 2025, program LUTD telah berhasil menghadirkan sambungan listrik bagi 128
rumah tangga prasejahtera di seluruh Bali.
Melalui
inisiatif ini, PLN berharap listrik dapat menjadi fondasi peningkatan kualitas
hidup, membuka akses aktivitas produktif, serta mendukung kesejahteraan
masyarakat secara berkelanjutan. (lan/pln)
