Kendaraan listrik tengah melakukan pengisian daya di SPKLU Center PLN di Bali. (Foto: PLN)
DENPASAR,
PERSPECTIVESNEWS-
Pemanfaatan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Bali
menunjukkan tren peningkatan yang signifikan sepanjang tahun 2025.
Seiring
bertambahnya penggunaan kendaraan listrik, PT PLN (Persero) terus memperkuat
ekosistem kendaraan listrik melalui pengembangan infrastruktur SPKLU yang
merata, andal, dan terintegrasi di seluruh wilayah Bali.
Hingga akhir
2025, total SPKLU yang beroperasi di Bali mencapai 230 unit EV charger yang
tersebar di 164 titik lokasi. Dari jumlah tersebut, 150 unit SPKLU dikelola
oleh PLN, sementara 80 unit lainnya dikelola oleh badan usaha SPKLU swasta.
Kolaborasi
ini dilakukan untuk memperluas akses layanan pengisian kendaraan listrik bagi
masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan dunia usaha dalam pengembangan
infrastruktur pendukung.
Pertumbuhan
infrastruktur tersebut diikuti dengan peningkatan pemanfaatan layanan. Secara
year-on-year, transaksi penjualan SPKLU PLN UID Bali sepanjang 2025 tumbuh
sebesar 751 persen.
Peningkatan
ini mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan
listrik serta pentingnya ketersediaan infrastruktur pengisian yang memadai
dalam mendukung perubahan pola transportasi.
Sebaran
SPKLU ditempatkan di berbagai titik strategis yang menunjang mobilitas harian
maupun perjalanan antardaerah.
Untuk
kendaraan roda empat (R4), PLN mengelola 150 unit SPKLU yang tersebar di 93
lokasi, sedangkan untuk kendaraan roda dua (R2) tercatat 44 unit SPKLU aktif
hingga Desember 2025.
Penempatan
tersebut dirancang agar masyarakat dapat melakukan pengisian daya secara lebih
nyaman dan terencana.
General
Manager PT PLN (Persero) UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho menyampaikan, di
Denpasar, Sabtu (10/1/2026), bahwa penguatan SPKLU dilakukan tidak hanya
melalui penambahan jumlah unit, tetapi juga peningkatan kualitas layanan dan
keandalan sistem.
“PLN
memastikan setiap SPKLU beroperasi sesuai standar teknis dan keselamatan,
memiliki sertifikat laik operasi, serta terintegrasi dengan Charging Station
Management System (CSMS) PLN agar layanan pengisian dapat dimonitor dan diakses
secara real time,” ujarnya.
Ia
menambahkan, peningkatan transaksi SPKLU sepanjang 2025 menjadi indikator
penting dalam perencanaan pengembangan ke depan.
“Data
transaksi ini menjadi dasar bagi PLN untuk memastikan pengembangan SPKLU
dilakukan tepat sasaran, mengikuti pola kebutuhan masyarakat, serta tetap
menjaga keandalan sistem kelistrikan secara keseluruhan,” jelasnya.
Selain itu,
seluruh SPKLU yang dikembangkan telah memenuhi ketentuan regulasi yang berlaku,
termasuk penggunaan peralatan berstandar nasional (SNI), kepemilikan nomor
identitas SPKLU dari Kementerian ESDM, serta dukungan instalasi listrik sesuai
ketentuan tarif layanan khusus.
Langkah ini
dilakukan untuk memberikan kepastian, keamanan, dan transparansi bagi pengguna
kendaraan listrik.
PLN juga
membuka peluang kemitraan SPKLU dengan berbagai pihak melalui skema yang
transparan dan berkeadilan.
Melalui
mekanisme revenue sharing berbasis komposisi investasi, mitra pemilik lahan dan
charger dapat memperoleh pembagian pendapatan secara proporsional. Seluruh
transaksi dan pendapatan SPKLU dapat dipantau melalui dashboard kemitraan yang
terintegrasi.
Menurut
General Manager PLN UID Bali, keseimbangan antara pertumbuhan infrastruktur dan
kualitas layanan menjadi fokus utama perusahaan.
“Bagi kami,
yang terpenting adalah masyarakat mendapatkan layanan pengisian kendaraan
listrik yang mudah diakses, aman, dan andal, sehingga penggunaan kendaraan
listrik dapat tumbuh secara berkelanjutan,” tambahnya.
Penguatan
SPKLU di Bali sepanjang 2025 diharapkan memberikan manfaat langsung bagi
masyarakat, mendukung mobilitas yang lebih efisien, serta menunjang sektor
pariwisata dan perekonomian daerah yang semakin berorientasi pada
keberlanjutan.
Ke depan,
PLN berkomitmen melanjutkan pengembangan SPKLU secara terukur sesuai kebutuhan
masyarakat dan kesiapan sistem kelistrikan, sebagai bagian dari upaya
menghadirkan layanan kelistrikan yang modern dan adaptif terhadap perkembangan
teknologi. (lan/*)
