
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- Gubernur Bali Wayan
Koster merayakan Hari Tumpek Klurut (Hari Tresna Asih) dengan cara sederhana.
Dalam momentum hari kasih sayang menurut kearifan lokal Bali ini, Gubernur
Koster mentraktir ribuan cup kopi di Jenar Coffee dan Tan Panama Coffee Shop
Denpasar, Sabtu (3/1/2025).
Tak hanya kopi, Gubernur Koster juga mentraktir menu babi
guling di Warung Men Wenci kawasan Sangeh, Kabupaten Badung sebagai bentuk
dukungan terhadap UMKM lokal sekaligus berbagi kebahagiaan dengan masyarakat.
Sejak pagi, lokasi babi guling ini dipadati pengunjung. Dua
ekor be guling ludes sekejap.
Saat ditemui di Tan Panama Coffee Shop, Gubernur Koster
tampak bercengkrama santai dengan para pengunjung yang didominasi anak-anak
muda (yowana). Suasana berlangsung hangat dan akrab. Bahkan, Gubernur Koster
sempat menjadi pusat objek foto bersama.
Gubernur dua periode ini melayani dengan tulus setiap
permintaan selfie.
Gubernur Koster mengatakan, perayaan Tumpek Klurut dimaknai
sebagai momentum untuk menumbuhkan rasa tresna asih (kasih sayang), mempererat
hubungan antar sesama, serta memperkuat jati diri dan karakter masyarakat Bali.
“Tumpek Klurut ini adalah hari kasih sayang menurut kearifan
lokal Bali. Kita maknai dengan berbagi, membangun interaksi yang hangat,
terutama dengan generasi muda, sekaligus mendukung UMKM lokal,” ujar Gubernur
Koster.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan secara niskala
lan sekala. Secara niskala diawali dengan persembahyangan yang dipusatkan di
Pura Candi Narmada, sementara secara sekala diwujudkan melalui interaksi
langsung dengan masyarakat, khususnya anak muda, di ruang-ruang publik seperti
coffee shop.
Antusiasme pengunjung cukup besar. Salah seorang pengunjung
bernama Prama asal Denpasar, mengaku senang bisa berada langsung di lokasi dan
merasakan suasana kebersamaan tersebut.
“Kebetulan sekalian weekend, terus ditraktir sama Pak
Gubernur. Senang sekali, awal tahun sudah ada momen seperti ini. Terima kasih
banyak, senang sekali,” ujar Prama.
Di sisi lain, Gubernur Koster mengatakan UMKM lokal Bali
memiliki peran strategis dalam menjaga budaya Bali sekaligus menjadi ruang
kreativitas generasi muda. Karena itu, momentum Tumpek Klurut dimanfaatkan
untuk memperkuat solidaritas, kebersamaan, lan rasa tresna asih di tengah
masyarakat.
Perayaan Tumpek Klurut ini pun menjadi contoh bagaimana
nilai-nilai kearifan lokal Bali tetap relevan dan dapat dimaknai secara
kontekstual dalam kehidupan masyarakat modern. Tujuannya menurut Gubernur
adalah untuk membangun jati diri, karakter, dan identitas krama Bali, yang
merupakan warisan leluhur.
"Ini penting untuk kita rawat dan perkuat
bersama," tuturnya.
Tak sampai disana, Koster juga menghadirkan hiburan pentas
musik di Panggung terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar di hari yang sama
untuk dinikmati bersama oleh masyarakat luas mulai pukul 18.00 WITA hingga
selesai.
"Musiknya dikemas untuk menciptakan suasana tenang,
damai, lan becik, agar masyarakat bisa menikmati kebersamaan dengan
nyaman," pungkas Gubernur Koster. (hum/*)