Jaya Negara menghadiri pelaksanaan Karya Ngenteg Linggih dan Pedudusan Alit di Merajan Agung Puri Pemecutan Ukiran Badung, Sabtu (3/1/2026). (Foto: Hms Dps)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri pelaksanaan Karya Ngenteg Linggih dan Pedudusan Alit di Merajan Agung Puri Pemecutan Ukiran Badung, Sabtu (3/1/2025).
Upacara yang berlangsung khidmat ini bertepatan dengan
rahina Tumpek Krulut dan Purnama Kapitu.
Pelaksanaan upacara tersebut turut dihadiri Penglingsir
Agung Puri Agung Denpasar, Ida Penglingsir Agung Putra Jambe Pemecutan, Jro
Bendesa Adat Denpasar Anak Agung Ngurah Alit Wirakesuma, serta para undangan
dan pasemetonan puri.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara bersama
penglingsir puri menandatangani prasasti sebagai simbol doa restu, sekaligus
mengikuti prosesi Mendem Pedagingan di Pelinggih Taksu.
Jaya Negara disela-sela kegiatan menyampaikan apresiasi atas
pelaksanaan upacara Dewa Yadnya yang berjalan dengan penuh sradha bhakti dan
kebersamaan.
Jaya Negara berharap, melalui upacara ini, kerahayuan
senantiasa menyertai pasemetonan puri dalam menjalankan swadarma masing-masing.
Sementara itu, Manggala Karya Anak Agung Ngurah Darma Putra
menjelaskan bahwa rangkaian upacara dilaksanakan seiring selesainya renovasi
wewangunan Merajan Agung Puri Pemecutan Ukiran Badung.
Ia menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wali Kota
Denpasar, penglingsir puri, serta seluruh undangan yang telah memberikan doa
restu sehingga karya dapat berjalan dengan baik.
“Rangkaian upacara telah diawali sejak 19 Desember 2025
dengan upacara Nuasen Karya dan Nyukat Genah, dengan Yajamana Karya Ida Pedanda
Made Taman Dwija Putra,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan, bertepatan dengan Purnama Kapitu,
Sabtu (3/1/2026), dilaksanakan upacara Mecaru Rsi Gana, Manca Kelud, Melaspas,
serta Mendem Pedagingan.
Seluruh rangkaian upacara ini merupakan wujud bhakti dan
rasa syukur pasemetonan Puri Pemecutan Ukiran Badung, dengan harapan Ida Sang
Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan kerahayuan dan keharmonisan bagi
seluruh umat. (pur/hum)
