
KEK Kura Kura Bali menggandeng Komunitas Nukari memanfaatkan lahan darat di dalam kawasan untuk mengoptimalkan area agar produktif dan memiliki daya guna bagi masyarakat setempat. (Foto: Ist)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- Kawasan Ekonomi Khusus
(KEK) Kura Kura Bali menggandeng Komunitas Nukari Desa Serangan berupaya memanfaatkan
lahan daratan dan kolam secara lebih produktif melalui Planting Program dan
Floating Garden di dalam kawasan.
Inisiatif yang merupakan inovasi kreatif ini sekaligus merupakan
komitmen KEK Kura Kura Bali untuk mengoptimalkan area yang tersedia di kawasan
agar tetap produktif, hijau dan memiliki nilai guna bagi masyarakat setempat.
Dalam kolaborasi ini, KEK Kura Kura Bali berperan
memfasilitasi ketersediaan area, sementara Komunitas Nukari Desa Serangan
sebagai pelaksana teknis yang menjalankan program tersebut.
Sebagai komunitas yang aktif dalam daur ulang plastik,
instalasi seni, dan pembibitan tanaman, kehadiran Nukari memberikan sentuhan
kreatif yang tetap mengedepankan unsur budaya dan tradisi.
Inisiatif Planting Program ini disambut baik oleh Komunitas
Nukari karena memberikan ruang produktif dan kreasi bagi masyarakat Desa
Serangan.
I Wayan Darmaja selaku perwakilan Nukari menuturkan,
bagaimana lahan yang ditanami sejumlah jenis tanaman pangan tersebut kini mulai
menghasilkan buah, sejak penanaman 3 bulan lalu.
‘’Kita dari Nukari, diberikan wadah untuk menanam berbagai
tanaman, seperti pisang, ketela rambat, ubi kayu, kunyit, sayuran hingga cabai.
Dan itu sangat kita nikmati. Karena selain kita bisa nikmati saat sudah
berbuah, hasilnya juga bisa dibagikan pada teman teman dari Nukari,’’ ungkap Wayan
Darmaja senang.
Hingga kini belasan jenis tanaman pangan tersebut masih
tumbuh subur di kawasan.
Tanaman ini tumbuh dan hidup berdampingan dengan 700 ribu
tanaman lainnya yang berada di KEK Kura Kura Bali.
Pertumbuhan yang alami tanpa sokongan pupuk kimia menjadi
salah satu keunggulan buah yang dihasilkan. Hal ini terjadi, karena di
sekitaran tanaman juga ditanam serai, yang berfungsi sebagai pestisida nabati.
Memanfaatkan kolam di dalam kawasan untuk program Floating Garden (taman terapung) dengan berbagai tanaman bermanfaat. (Foto: Ist)
Selain pemanfaatan lahan darat, KEK Kura Kura Bali dan
Nukari juga memperkenalkan Floating Garden (Taman Terapung) dengan memanfaatkan
kolam seluas 1.713 meter persegi.
Kolaborasi ini mengubah fungsi kolam yang tadinya merupakan
elemen dekoratif, menjadi area produktif sekaligus memperkaya ekosistem ruang
hijau terbuka di KEK Kura Kura Bali.
Dengan kadar salinitas yang rendah serta pergerakan air yang
stabil, kolam ini menjadi lokasi ideal untuk pengembangan percontohan budidaya
tanaman terapung.
Kondisi lingkungan yang mendukung ini memungkinkan Komunitas
Nukari untuk mengeksplorasi berbagai jenis tanaman yang adaptif di media air.
Sementara, kini terdapat 6 unit media tanam (bed) yang menjadi prototipe atau
uji coba dari program ini.
Jika pertumbuhan tanaman dengan metode ini berjalan dengan
baik, maka inisiasi ini juga akan dikembangkan di titik lainnya.
‘’Itu sistemnya kita survei dulu. Apa saja tanaman yang bisa
tumbuh di pond ini. Setelah kita mengadakan survei, kita tanam sejumlah tanaman
seperti rumput lilin, hingga tanaman pisang-pisangan. Kita juga mencoba (tanam)
buah. Nah kita lihat di sini terdapat tanaman jambu air,’’ rinci Wayan Darmaja
di lokasi Floating Garden, beberapa waktu lalu.
Selain berbagai tanaman buah dan hiasan yang mengapung di
kolam dalam kawasan Kura Kura Bali, kolaborasi ini juga telah melakukan
terobosan uji coba penanaman padi di Lokasi yang sama.
Meski masih dalam tahap pertumbuhan, keberhasilan padi
beradaptasi di media apung ini menjadi bagian penting. Jika prototipe ini terus
dioptimalkan, pemanfaatan lahan akan membuka potensi ekonomi baru masyarakat di
sekitaran kawasan.
Semangat Kepemimpinan Lokal
I Wayan Darmaja menjelaskan, inisiatif dari kedua program
ini dirancang untuk menumbuhkan semangat kepemimpinan lokal atau local
champions di Desa Serangan.
Harapannya, pola kolaborasi ini dapat menginspirasi lebih
banyak inisiatif positif lainnya di masa depan.
"Saya pribadi sudah merasakan manfaatnya. Di sini kami
dibimbing dan sangat terbantu melalui pengembangan local champion
seperti program ini. Hubungan antara masyarakat dengan Kura Kura Bali sangat
terjalin dan kami merasa diperhatikan. Saya berharap program ini tetap eksis
dan ke depannya dapat menginspirasi lebih banyak local champion untuk
bergabung dan saling berkolaborasi secara positif," imbuhnya.
Di sisi yang sama, Zefri Alfaruqy selaku Kepala Departemen
Komunikasi PT Bali Turtle Island Development (BTID) menjelaskan, kolaborasi
dengan masyarakat sekitar menjadi bagian penting dari pengembangan KEK Kura
Kura Bali.
“Kolaborasi ini merupakan cerminan dari semangat untuk
tumbuh bersama, antara KEK Kura Kura Bali dengan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Zefri menambahkan, komitmen tersebut dijalankan melalui
berbagai inisiatif seperti Planting Program dan Floating Garden.
Fokus perusahaan, menurutnya, tidak semata pada pemanfaatan
dan produktivitas lahan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat secara luas,
termasuk melalui penyerapan tenaga kerja lokal agar manfaat ekonomi dapat
dirasakan langsung oleh warga Desa Serangan dan sekitarnya.
Melalui pengembangan inovasi ini, KEK Kura Kura Bali terus
berupaya menciptakan solusi dan ruang kreatif untuk mengatasi tantangan
lingkungan dengan penghijauan dan produktivitas lahan dan kolam.
Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang
berkelanjutan di mana alam, teknologi, dan masyarakat lokal dapat terus hidup
berdampingan secara harmonis. (*)
