Para mahasiswa yang dilepas berangkat magang ke Jepang, kerja sama resmi Pemda Ngada dengan ITB STIKOM Bali, Rabu (4/2/2026), bertempat di kampus ITB STIKOM Bali. (Foto: Ist)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- Bupati Ngada, Flores, NTT, Raymundus Bena melepas 2 (dua) mahasiswa ITB STIKOM Bali asal Kabupaten Ngada yakni Sanjose Diego Sastronugroho Tambus dan Christianus Vieri Salam Koeng berangkat magang ke Jepang.
Keberangkatan
mereka magang di Jepang yang merupakan kerja sama resmi Pemda Ngada dengan ITB
STIKOM Bali, ini berlangsung di STIKOM Bali Convention Center, Renon, Denpasar,
Rabu (4/2/2026) dan diikuti seluruh mahasiswa Ngada.
Kegiatan
ini bersamaan melepas 7 (tujuh) mahasiswa ITB STIKOM Bali ke Jepang yang
menjalani masa karantina di LPK Dwipahara, Bangli.
“Kerja
sama ini terbersit sekitar 4 tahun lalu ketika saya didatangi oleh Pak Rahman
(Rahman Sabon Nama-red) dan tim dari STIKOM Bali, menjelaskan tentang program
kuliah sambil magang di Jepang. Cuma waktu itu saya masih wakil bupati sehingga
belum terealisasi. Setelah menjadi bupati, saya melihat ini menjadi program
unggulan saya dan Wabup Bernadinus Dhae,” kata Raymundus Bena.
Pada 15
Juli 2025, bertempat di halaman Kantor Bupati Ngada, Bajawa, Bupati Ngada
Raymundus Bena dan Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhae secara resmi melepas 38
mahasiswa ke ITB STIKOM Bali untuk menjalani program kuliah sambil magang di
Jepang.
Sebelumnya,
11 mahasiswa sudah ada di Bali. “Sehingga total anak-anak kami peserta program
kuliah magang di Jepang sebanyak 49 orang,” kata Ray Bena. Dengan melepas 2
mahasiswa hari ini maka total 3 mahasiswa Ngada sudah ada di Jepang.
Sebelumnya, Pius Fernando Wou, asal Desa Beiposo, Bajawa, pada 1 Juli 2025
sudah terbang ke Yamanashi, Jepang.
Kepada
mahasiswa yang belum lulus interview dengan user Jepang, Ray Bena
memotivasi mereka agar tetap bersemangat, tingkatkan terus kemampuan berbahasa
Jepang dan selalu ikuti aturan di LPK ACE Indonesia.
Direktur
LPK ACE Indonesia, Mr. Pasquarleh dalam sambutannya berterima kasih kepada
Pemda Ngada dan ITB STIKOM Bali yang mempercayakan LPK ACE sebagai lembaga pengirim.
Dia
mengaku awalnya ada kesulitan dalam pembelajaran Bahasa Jepang karena mahasiswa
datang dengan budaya yang berbeda dengan situasi pendidikan di lembaganya yang
serba disiplin.
“Tapi
syukurlah sekitar 50 persen sudah dapat job ke Jepang,” kata Arleh, sapaan akrab
Pasquarleh.
Direktur
PT Mitra Bisnis Cipta Karya, unit usaha STIKOM Bali yang mengelola mahasiswa
kuliah sambil magang di luar negeri, Yusar Hilmi melaporkan, atas kerja sama
yang baik dengan LPK ACE Indonesia, total mahasiswa Ngada yang terbang ke
Jepang hari ini hingga bulan Maret 2026 sebanyak 12 orang.
Rektor
ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan dalam sambutannya memotivasi para mahasiswa
peserta program kuliah sambil magang di Jepang karena mereka sudah memiliki
kelebihan dibandingkan mahasiswa yang hanya mengikuti kuliah saja, termasuk di
perguruan tinggi negeri sekalipun.
“Bandingkan
dengan teman anda yang kuliah saja di Indonesia, setelah tamat, dia masih cari
kerja lagi, kirim-kirim email lamar kerja. Tapi Anda kalau di Jepang, masih
kuliah, dapat gelar sarjana, sudah punya uang, bisa biayai kuliah sendiri dan
membantu keluarga,” kata Dadang Hermawan.
Sanjose
Diego Sastronugroho Tambus yang diberi kesempatan memberikan testimoni
mengatakan, sangat berterima kasih kepada Pemda Ngada, DPRD Ngada, ITB STIKOM
Bali dan LPK ACE Indonesia karena sudah memfasilitasi keberangkatannya ke
Jepang.
“Jujur
Pak Bupati, orangtua kami dari Bajawa, kami semua dari kampung, tidak tahu
apa-apa tentang Bahasa Jepang. Dari nol. Sampai di sini diberikan pelatihan dan
ketrampilan dari pagi sampai sore, lalu
malamnya mengikuti kuliah secara online, hingga kami sampai di titik ini. Saya
dan teman saya Christianus Vieri sangat bersyukur karena dari 38 anak-anak
Ngada yang tiba di Bali pada 15 Juli 2025, tidak sampai 8 bulan kami akhirnya
yang pertama berangkat ke Jepang,” kata Diego.
Para
orang tua seperti yang diwakili orangtua Christianus Vieri Salam Koeng tak
henti-hentinya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemda Ngada,
DPRD Ngada, ITB STIKOM Bali dan LPK ACE yang telah membuka jalan anak-anak bisa
berangkat ke Jepang. (rsn)
