Bali Wedding Fair (BWF) II digelar dari 20-22 Februari 2026, di The Meru, Sanur, Bali. (Foto: perspectives)
BALI, PERSPECTIVESNEWS- Bali Wedding Fair (BWF) II
digelar dari 20-22 Februari 2026, di The Meru, Sanur, Bali. Puluhan vendor
anggota asosiasi Bali Wedding (BW) berpartisipasi aktif dalam agenda rutin
tahunan ini. Mereka menampilkan keunggulan bisnisnya kepada ribuan pengunjung.
“Bali makin diperhitungkan para pelaku industri (vendor) wedding,
tak hanya yang ada di Bali tetapi juga luar Bali, bahkan ada dari luar negeri yang
membuka bisnisnya di Bali. Ini membuat industri jasa wedding ke depannya makin
meriah karena Bali memiliki keunggulan dan kualitas tersendiri yang didukung
alamnya, budayanya maupun spiritualnya,” jelas Chairwomen of Bali Wedding
Association (BWA), Veronika Ika Prawasti, di The Meru Sanur, Jumat (20/2/2026).
Ika menambahkan, banyak pasangan ingin menikah di Bali. Selain
karena Bali yang dikenal sebagai destinasi wisata terkenal, juga tempat yang cocok.
Pasangan yang ingin menikah di Bali sekarang ini membutuhkan suasana yang intimate
dengan experience yang lebih luas.
“Kami ingin merangkul para vendor untuk mempromosikan
bisnisnya lebih luas, baik di Bali, luar Bali bahkan mancanegara. Dan kami
ingin mereka meningkatkan kualitasnya sejajar dengan WO (Wedding Organizer) di
luar negeri. Jika ingin bersaing maka harus berkualitas tinggi dalam memberikan
servisnya,” ujar Ika menambahkan.
Chairwomen of Bali Wedding Association (BWA), Veronika Ika Prawasti (kiri). (Foto: perspectives)
Ika juga tidak menampik jika saat ini persaingan di industri
wedding cukup ketat. Untuk itu WO lokal harus punya pengalaman dan kualitas
tinggi dalam menghandel event pernikahan. “Mereka juga harus memiliki etika
berbisnis serta profesionalisme yang baik,” tuturnya.
Saat ini BWA memiliki lebih dari 50 vendor di Bali, bahkan
luar Bali, seperti di Lombok, Labuhan Bajo dan Sababay. “Ada yang marketnya China,
Eropa, Australia dan lainnya. Prospek bagus tetapi untuk vendor lokal harus
menyejajarkan diri dengan kualitas WO di luar negeri,” ungkap Ika berpesan.
Melody Siagian selaku Director of Marketing & Communications di The Meru Sanur & Bali Beach Hotel, The Heritage Collection. (Foto: perspectives)
Sementara Melody Siagian selaku Director
of Marketing & Communications di The Meru Sanur & Bali Beach Hotel, The
Heritage Collection menambahkan, pihaknya berkolaborasi dengan pelaku industri
wedding untuk menggelar Bali Wedding Fair II di The Meru Sanur dengan alasan
tempatnya yang sangat representatif.
Selain hotel berkelas dunia, The Meru juga memiliki banyak
spot-spot untuk wedding yang luxurious dan memberikan pengalaman pernikahan
yang sangat berkesan.
“Kami bangga menjadi tempat digelarnya BWF. Tahun ini event yang
ke-2. Kami berharap akan banyak lagi vendor yang bergabung. Ada peningkatan 20
persen jumlah vendor di BWF tahun ini dan jumlah pengunjung diharapkan bisa 2
kali lipat menjadi 4.000-an orang dibanding tahun lalu,” tutup Melody. (lan)


