Gubernur Wayan Koster saat menerima kunjungan Menteri
PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di Kediaman Resmi Gubernur Bali Gedung
Jayasabha, Rabu (11/2/2026). (Foto: Humas Pemprov Bali)
DENPASAR,
PERSPECTIVESNEWS - Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Ketua TP PKK
Provinsi Bali Ibu Putri Suastini Koster menerima Menteri Perencanaan
Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
(Bappenas) Rachmat Pambudy yang hadir bersama istri Ny. Ninuk Mardiana
Estilistiati Pambudy di Kediaman Resmi Gubernur Bali Gedung Jayasabha, Rabu
(11/2/2026).
Pertemuan tersebut
dimanfaatkan Gubernur Koster untuk mengajukan dukungan Menteri PPN/Kepala
Bappenas terkait percepatan penguatan infrastruktur darat hingga laut.
Gubernur Koster mengawali paparan dengan menginformasikan
capaian Daerah Bali tahun 2025, yang mengacu pada data BPS Provinsi Bali.
Disampaikan gubernur, pertumbuhan ekonomi Bali pada tahun 2025 secara kumulatif
tercatat sebesar 5,82 persen, meningkat 0,34 persen dibanding 2024 yang
tercatat sebesar 5,48 persen. Sejalan dengan itu, pendapatan per kapita
masyarakat Bali pada 2025 mencapai Rp72,66 juta, meningkat Rp5,34 juta
dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp67,32 juta.
Selanjutnya, Gubernur Koster menyampaikan sejumlah program
penguatan infrastruktur yang saat ini tengah menjadi program prioritas.
"Saat ini kami fokus pada peningkatan infrastruktur di sejumlah wilayah
seperti Buleleng, Karangasem, Tabanan dan lainnya. Ini bertujuan untuk
pemerataan," ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur Koster menyampaikan bahwa dirinya telah
menemui Menteri PU di Jakarta untuk mendapatkan dukungan. "Saya mohon Pak Menteri mendorong agar
lebih mantap lagi," imbuh Gubernur Bali dua periode itu.
Pembangunan infrastruktur yang menurutnya butuh perhatian
adalah kepastian keberlanjutan Tol Gilimanuk-Mengwi sepanjang 96,84 km.
"Kami butuh kepastian keberlanjutan pembangunan jalan
tol ini karena sangat penting untuk mengurai kemacetan," cetusnya.
Masih terkait infrastruktur, Gubernur kelahiran Desa
Sembiran, Buleleng ini mengutarakan upaya pengurangan angkutan logistik yang
melewati jalur darat.
Untuk itu, menurutnya, Bali membutuhkan peningkatan
kapasitas tiga pelabuhan yaitu Celukan Bawang, Amed dan Kusamba. Ia menilai ini
sangat penting agar kendaraan logistik dari Ketapang bisa turun di Pelabuhan
Celukan Bawang. "Sementara untuk Bali Timur bisa ditangani di Pelabuhan
Amed atau Kusamba," imbuhnya.
Jika keberadaan tiga pelabuhan ini bisa diperkuat, maka akan mengurangi volume kendaraan logistik
yang melalui jalur darat dan selama ini sering menimbulkan kemacetan. Gubernur yang juga menjabat sebagai Ketua DPD
PDIP Bali ini juga minta dukungan pusat untuk peningkatan fungsi Pengambangen
yang dikenal sebagai pelabuhan ikan.
Menteri PPN
Prioritaskan Pengembangan Infrastruktur Bali
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyampaikan
terima kasih atas sambutan hangat Gubernur Bali Wayan Koster. "Ini adalah
kunjungan kedua saya ke sini dan merupakan kehormatan bagi kami. Apalagi Ibu
Putri juga turut mendampingi," ujarnya.
Menteri Pambudy yang bertandang membawa jajaran deputi
menegaskan komitmennya mendukung Bali agar lebih maju dan berkembang. Menurut
dia, Bali adalah wajah Indonesia. "Bali ini kita ibaratkan cermin
Indonesia. Mau bagus maupun tidak bagus," katanya.
Oleh sebab itu, sesuai permintaan Gubernur Koster,
Kementerian PPN/Bappenas akan memprioritaskan pengembangan infrastruktur Daerah
Bali. "Bukan hanya darat dan laut, udara juga. Termasuk infrastruktur
digitalisasi juga mesti dipercepat," tambahnya.
Sebagai bukti keseriusan, di tengah pertemuan Pambudy
langsung menelepon beberapa menteri terkait.
Pada bagian lain, Menteri Pambudy juga menyinggung
pentingnya penguatan sektor pertanian. Karena ia ingat betul, saat pandemi
Covid-19, sektor pertanian lah yang memback-up perekonomian Daerah Bali.
Menanggapi hal ini, Gubernur Koster menegaskan bahwa
pertanian juga menjadi prioritas dalam program pembangunan Bali saat ini. "Kami
tengah gencar mengembangkan pertanian organik," ungkapnya.
Masih terkait sektor pertanian, pihaknya tengah mendorong
budidaya bawang putih lokal. "Pangan kita surplus, hanya bawang putih yang
masih tergantung dari luar. Ini jadi perhatian kami," imbuhnya.
Melengkapi penjelasan Menteri Pambudy, Deputi Bidang
Perencanaan Makro Pembangunan Kementerian PPN Eka Chandra Buana merinci
sejumlah proyek infrastruktur Bali yang sudah masuk agenda perencanaan
nasional, termasuk keberlanjutan Tol Gilimanuk-Mengwi. "Ada LRT, untuk
bandara baru masih dalam tahap skema," ujarnya.
Sementara itu, Ibu Putri Koster yang juga selaku Ketua
Dekranasda Provinsi Bali menyampaikan harapan agar Bali bisa menjadi super hub
pemasaran produk kerajinan dari berbagai daerah.
Menutup pertemuan, Gubernur Bali menyerahkan cendera mata
berupa kain tenun endek kepada Menteri Pambudy. Sebaliknya, Menteri Pambudy
menghadiahkan sejumlah buku dan kopi.
Sedangkan Ibu Putri Koster menyerahkan dua cendera mata
istimewa kepada Ny. Ninuk Mardiana Estilistiati Pambudy. Cendera mata itu
berupa tas anyaman ate dan tas berbahan kulit sapi dengan ukiran khas Bali. Ny.
Ninuk Pambudy nampak sangat terkesan dengan cendera mata yang diberikan Ibu
Putri Koster.(lan)
