Para PKL kini direlokasi di kawasan ‘Kaki Lima Beten Ancak’
yang diresmikan Wabup Ipat, Rabu (18/2/2026) demi menciptakan kawasan lebih
tertib. (Foto: Hms Jbr)
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Kawasan trotoar di
sekitar Lapangan Dauh Waru kini kembali tertib dan terlihat lebih asri setelah
para pedagang kaki lima (PKL) direlokasi ke tempat yang telah disiapkan
pemerintah daerah.
Penataan ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana
sebagai upaya menjaga ketertiban umum sekaligus mempercantik wajah kota.
Para PKL yang sebelumnya berjualan di trotoar dan pinggir
jalan sekitar lapangan dipindahkan ke lokasi baru di seberang jalan, yang
diberi nama kawasan ‘Kaki Lima Beten Ancak’.
Area tersebut menggunakan lahan pinjam pakai dari
Kementerian Keuangan dan Pemerintah Provinsi Bali.
Lokasi relokasi dirancang mampu menampung hingga 56 PKL.
Saat ini, sebanyak 46 pedagang telah menempati tempat baru tersebut.
Pemerintah daerah memastikan fasilitas yang disediakan
tetap strategis sehingga aktivitas ekonomi para pedagang dapat terus berjalan
dengan baik.
Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, Rabu
(18/2/2026) mengatakan, relokasi ini bertujuan menciptakan
ketertiban dan keamanan di kawasan trotoar tanpa memutus mata pencaharian para
PKL.
“Relokasi ini bukan untuk membatasi ruang usaha pedagang,
tetapi justru memberikan tempat yang lebih tertata dan nyaman sehingga kawasan
lapangan tetap indah dan ekonomi masyarakat tetap bergerak,” ujarnya.
Dengan penataan ini, pemerintah berharap kawasan Lapangan
Dauh Waru dapat menjadi ruang publik yang lebih nyaman bagi masyarakat,
sekaligus tetap menjadi pusat aktivitas ekonomi warga.
Masyarakat kini dapat menikmati fasilitas sosial di
Lapangan Dauh Waru dengan lebih nyaman. Trotoar yang sebelumnya tertutup lapak
kini kembali bersih, sementara para pengunjung tetap bisa berbelanja kuliner
tepat diseberang lapangan Dauh Waru atau Kawasan Beten Ancak yang lokasinya
sangat terjangkau. (humasJ)