Bupati Kembang dan Wabup Ipat saat menyampaikan peningkatan PAD Jembrana, Minggu (22/2/2026). (Foto: Hms Dps)
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Pendapatan Asli Daerah
(PAD) Kabupaten Jembrana mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 32,5% dalam
satu tahun kepemimpinan Bupati I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati I Gede
Ngurah Patriana Krisna (Ipat).
Di balik angka impresif tersebut, Bupati Kembang
mengeluarkan instruksi keras kepada seluruh jajaran dan pihak terkait untuk
menjaga integritas dan tidak melakukan praktik "main mata" yang dapat
memicu kebocoran pajak daerah.
Bupati Kembang Hartawan saat dihubungi Minggu (22/2/2026)
menegaskan, kenaikan ini adalah hasil dari "bersih-bersih" sistem.
Optimalisasi pendapatan daerah, cermat
dan efisien dalam belanja serta mencegah kebocoran pendapatan.
Ia menyoroti pentingnya menutup setiap celah kebocoran
pendapatan yang selama ini dapat menghambat pertumbuhan PAD.
"Saya instruksikan kepada seluruh jajaran, jangan
main-main dengan pajak rakyat. Tidak boleh ada ruang untuk pungutan liar atau
kebocoran sistem. Kita fokus pada digitalisasi bukan untuk gaya-gayaan, tapi
untuk transparansi dan akuntabilitas. Dengan sistem yang bersih, PAD meningkat
tajam, serta belanja daerah secermat mungkin agar efektif dan efisien,"
tegas Bupati Kembang.
Berdasarkan data resmi Badan Pengelola Keuangan dan Aset
Daerah (BPKAD) Jembrana, realisasi PAD tahun 2024 yang semula Rp184,5 miliar
melonjak drastis menjadi Rp244.572.715.955,30 pada tahun 2025. Pertumbuhan
sebesar Rp59,9 miliar ini membawa realisasi PAD menyentuh angka 105,96% dari
target yang ditetapkan, atau mengalami surplus sebesar Rp13,7 miliar dari
target.
Kepala BPKAD Jembrana I Gede Gusdiendi, menjelaskan bahwa
keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif pimpinan dalam melakukan
konsolidasi dan koordinasi rutin.
Bupati dan Wakil Bupati secara langsung memimpin Tim
Optimalisasi Penerimaan PAD yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah
(OPD) pengampu PAD dan pemangku kepentingan terkait.
"Pimpinan secara rutin mengevaluasi langsung capaian
realisasi di lapangan. Dengan keterlibatan aktif pimpinan, permasalahan yang
dihadapi dapat terurai dan segera mendapatkan solusi," ujar Gusdiendi, Minggu
(22/2/2026).
Ia menambahkan, Bupati memberikan arahan tegas pada tiga
poin utama.
Pertama soal Integritas, Menekankan kejujuran dalam
pengelolaan dan pemungutan PAD.
Kedua Akselerasi Digital dengan memperluas sistem pembayaran
elektronik (e-retribusi) untuk transparansi.
Terakhir, soal pemutakhiran data. Melakukan validasi data
potensi riil untuk mempermudah proses penagihan yang lebih akurat.
Peningkatan PAD ini diharapkan menjadi modal kuat bagi
Pemerintah Kabupaten Jembrana untuk mempercepat visi misi serta mendukung program-program
yang langsung menyentuh kepentingan rakyat kecil. (humasJ)
