Pelaksanaan gotong royong serentak dari warga merupakan bagian dari upaya meneguhkan kembali nilai-nilai kebersamaan serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. (Foto: Hms Jbr)
JEMBRANA,
PERSPECTIVESNEWS-
Pemerintah Kabupaten Jembrana terus menggelorakan budaya gotong royong sebagai
upaya merawat kebersamaan dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Gerakan ini
diwujudkan melalui aksi bersih-bersih serentak yang dilaksanakan secara rutin
setiap awal bulan, mulai dari tingkat desa hingga kelurahan di seluruh wilayah
Kabupaten Jembrana.
Kegiatan
gotong royong tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan dan keindahan
lingkungan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ikatan sosial antara
masyarakat dan pemerintah.
Di sisi
lain, aksi ini merupakan langkah antisipatif dalam menghadapi potensi bencana,
khususnya dengan membersihkan saluran drainase serta titik-titik rawan guna
mencegah banjir akibat cuaca ekstrem.
Sekda
Jembrana, I Made Budiasa menyampaikan, pelaksanaan gotong royong serentak ini
merupakan bagian dari upaya meneguhkan kembali nilai-nilai kebersamaan yang
telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Jembrana.
“Gotong
royong merupakan jati diri masyarakat. Melalui kegiatan yang dilaksanakan
serentak setiap awal bulan ini, kami ingin menjaga semangat kebersamaan
sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana,” ujarnya.
Selain
melibatkan masyarakat di desa dan kelurahan, budaya gotong royong juga
ditanamkan di lingkungan pemerintahan melalui program Jumat Resik.
Setiap hari
Jumat, seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jembrana
melaksanakan gotong royong membersihkan aset-aset daerah secara bergiliran
setiap minggunya.
Kegiatan
Jumat Resik menyasar kantor pemerintahan, fasilitas publik, serta aset daerah
lainnya sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan
kerja dan pelayanan publik yang bersih, nyaman, dan tertata.
Sekda Budiasa
menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, perangkat desa dan kelurahan,
serta ASN yang telah berpartisipasi aktif dalam menghidupkan kembali semangat
gotong royong tersebut.
“Dengan
kebersamaan, pekerjaan berat dapat diselesaikan secara ringan. Astungkara,
semangat gotong royong ini dapat terus terjaga dan menjadi bagian dari budaya
kehidupan bermasyarakat dan pemerintahan di Jembrana,” tambahnya.
Melalui
konsistensi pelaksanaan gotong royong serentak dan program Jumat Resik, Pemkab
Jembrana optimistis kesadaran terhadap kebersihan lingkungan dan kesiapsiagaan
bencana akan semakin meningkat, sekaligus memperkuat ketahanan sosial
masyarakat Jembrana. (humasJ)
