Suasana antrean pemudik pemotor di areal Pelabuhan Gilimanuk, Selasa (17/3/2026). (Foto:dik/perspectives)
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Arus mudik di Pelabuhan
Gilimanuk, Bali, terus menunjukkan eskalasi signifikan. Memasuki H-5 perayaan
Idul Fitri, tercatat ratusan ribu orang telah menyeberang menuju Pulau Jawa.
Data terbaru menunjukkan lonjakan volume penumpang yang meninggalkan Bali
dibandingkan tahun sebelumnya.
Manajer Usaha ASDP Gilimanuk, Didi Juliansyah mengungkapkan
bahwa berdasarkan data Posko Gilimanuk selama periode 24 jam pada H-5 (16 Maret
2026), antusiasme pemudik sangat terasa dengan total 251 trip penyeberangan
yang dikerahkan.
"Secara akumulatif, mulai dari H-10 hingga H-5, total
penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa telah mencapai 309.135 orang.
Angka ini mengalami kenaikan sebesar 0,7% dibandingkan periode yang sama tahun
lalu," ujar Didi Juliansyah, Selasa (17/3/2026).
Khusus pada pengamatan 24 jam di hari tersebut, realisasi
penumpang mencapai 76.495 orang, naik 2,9% dari tahun lalu yang berjumlah
74.321 orang. Menariknya, terdapat pergeseran pola moda transportasi yang
digunakan pemudik tahun ini.
Penggunaan bus meningkat tajam hingga 24,9% (938 unit).
Kendaraan Pribadi: Roda dua (14.398 unit) dan roda empat (6.350 unit) justru
mengalami penurunan tipis masing-masing sebesar 6,5% dan 4% dibandingkan tahun
lalu. Total kendaraan sebanyak 23.025 unit telah menyeberang keluar Bali pada
H-5.
Sementara itu, arus masuk dari Pulau Jawa menuju Bali
melalui Pelabuhan Ketapang terpantau lebih landai namun tetap tumbuh. Pada H-5,
tercatat 21.200 orang memasuki Bali, atau naik 6% dibandingkan tahun lalu.
Secara total sejak H-10, sebanyak 148.673 orang tercatat telah menyeberang
menuju Pulau Dewata.
Meskipun volume kendaraan secara total pada H-5 di Ketapang
turun 7,1%, kategori kendaraan roda dua justru melonjak 13,7% dengan total 481
unit yang masuk ke Bali.
Pihak ASDP terus mengimbau para pengguna jasa untuk
mengatur waktu keberangkatan dan memastikan telah memiliki tiket sebelum tiba
di pelabuhan guna menghindari antrean panjang di puncak arus mudik yang
diprediksi akan terus meningkat hingga H-3. (dik)
