Kehadiran dr. Lin Yingjie di program edukatif ‘TCM Cooking Workshop untuk Wellness Tourism’ di PIB College, Jumat (27/3/2026). (Foto: PIB)
TABANAN, PERSPECTIVESNEWS- Politeknik Internasional Bali (PIB) College
beserta Bali Mandarin
Academy dan Bama Karya Usada kembali
menghadirkan program edukatif bertaraf internasional melalui ‘Traditional Chinese Medicine (TCM)
Cooking Workshop for Wellness Tourism’.
Workshop yang
menggabungkan ilmu kuliner, kesehatan dan pariwisata dalam satu pengalaman
pembelajaran yang unik ini dipandu dr. Lin Yingjie, seorang dokter TCM dari Third Affiliated
Hospital of Sun Yat-sen University.
Dr. Lin
Yingjie membagikan pengetahuan dan praktik autentik terkait pengobatan
tradisional Tiongkok melalui pendekatan kuliner.
Melalui
sesi praktik langsung, peserta mempelajari bagaimana prinsip-prinsip TCM dapat
diaplikasikan dalam pengolahan makanan untuk mendukung kesehatan dan
keseimbangan tubuh.
Kegiatan
ini merupakan bagian dari komitmen PIB College dalam menghadirkan pendidikan
yang relevan secara
global, dengan
mengintegrasikan budaya, industri, dan kolaborasi internasional.
Workshop
ini juga sejalan dengan tren wellness tourism, yang saat ini menjadi salah satu sektor dengan
pertumbuhan tercepat dalam industri pariwisata dunia.
Melalui
workshop ini, peserta akan mendapatkan pemahaman praktis mengenai teknik
memasak berbasis TCM, wawasan tentang konsep wellness dalam industri
pariwisata dan pengalaman belajar langsung dari praktisi internasional.
Foto bersama jajaran manajemen dan mahasiswa PIB College dengan dr. Lin Yingjie, seorang dokter TCM dari Third Affiliated Hospital of Sun Yat-sen University, Jumat (27/3/2026). (Foto: PIB)
Pusat
Pengembangan dan Pendidikan untuk Wellness Tourism
Sementara
itu Direktur PIB College Prof. Dr. Ir. Anastasia Sulistyawati mengatakan,
mengundang dr. Lin Yingjie, seorang dokter TCM dari Third Affiliated Hospital of Sun Yat-sen
University adalah hal yang sangat positif.
“PIB
College terkenal dengan culinarynya sehingga dengan ditambah ilmu kesehatan maka
akan menghasilkan produk kuliner yang sehat dan terhindar dari penyakit. Jadi bagaimana
kuliner itu bisa menyehatkan kita dan tak sekedar menyenangkan atau mengenyangkan,”
tutur Prof. Sulistyawati.
Sementara
Director of Partnership & Event PIB College Made Herry Erika Sedana
menambahkan, PIB College menuju go internasional dan menjadi pusat pengembangan
dan pendidikan untuk wellness tourism.
“Menurut
Global Wellness Institute, prospek wellness tourism cukup besar untuk
dikembangkan. PIB ingin menjadi salah satu
pilar penting untuk pengembangan wellness tourism di Bali sendiri. Salah
satunya berkolaborasi dengan universitas di China dengan narasumber dr. Lin Yingjie itu,” terang Erika.
Disebutkan,
kegiatan ini turut disponsori Desa Wisata Jatiluwih yang memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan destinasi
pariwisata.
Selain itu
kegiatan ini turut mengundang Kabid Destinasi Pariwisata Tabanan, asosiasi IPA (Indonesia Pastry Alliance Bali), ASITA (Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies) Bali,
IFBEC (Indonesian Food and Beverage Executive
Association Bali), Rumah Sakit Dharma Usadha Sidhi dan Natya Hotel Tanah
Lot. (lan)