Perspectives News

Usai Sembahyang, Dupa Hanguskan Rumah di Berangbang, Jembrana

 

Petugas Damkar memadamkan insiden kebakaran rumah warga Banjar Munduk Tumpeng Kelod, Desa Berangbang, Kecamatan Negara, Jembrana, pada Selasa (3/3/2026) pagi, yang diduga dipicu oleh percikan dupa usai persembahyangan. (Foto: Damkar Jembrana).

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Nasib malang menimpa keluarga I Putu Suparya (48), warga Banjar Munduk Tumpeng Kelod, Desa Berangbang, Kecamatan Negara, Jembrana. Rumah tinggalnya hangus dilalap si jago merah pada Selasa (3/3/2026) pagi, yang diduga dipicu oleh percikan dupa usai persembahyangan.

​Kabid Damkar Jembrana, I Kadek Rita Budhi Atmaja, mengonfirmasi bahwa laporan kebakaran diterima sekitar pukul 09.10 WITA.

Kronologi bermula saat istri pemilik rumah, Ketut Semiasih (46), melakukan persembahyangan di pelangkiran kamar. Tak lama setelah ia berpindah ke Merajan, tetangga sekitar dikejutkan oleh kepulan asap tebal yang membubung dari arah kamar tersebut.

​"Saksi melihat api sudah membesar dan berteriak memanggil pemilik rumah yang saat itu sedang melanjutkan ibadah di Merajan," ujar Kadek Rita dalam keterangannya.

​Merespons laporan warga, Regu I Damkar Jembrana langsung meluncur ke lokasi dengan waktu tempuh hanya 10 menit. Sebanyak 4 unit armada pemadam (Altora, Hino Tembak, Tangki Merah, dan Tangki Silver) dikerahkan untuk menjinakkan api. Petugas menghabiskan sekitar 8.500 liter air dalam proses pemadaman yang berlangsung selama 30 menit.

​Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp115 juta. Bangunan seluas 7 x 5 meter yang terdiri dari tiga kamar tidur dan satu ruang tamu tersebut hangus total. Sejumlah barang berharga turut menjadi abu, di antaranya, ​uang tunai Rp10 juta dan perhiasan emas, ​satu unit TV dan dua lemari pakaian serta ​dokumen penting berupa BPKB kendaraan.

​Pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan memastikan bara dupa atau sumber api lainnya telah padam sepenuhnya sebelum meninggalkan ruangan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (dik)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama