Gubernur Koster usai meresmikan Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali pada Sabtu (18/4). Foto: Hms. Prov. Bali.
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Gubernur Bali, Wayan Koster meresmikan Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali pada Sabtu (18/4/2026). Peresmian yang bertepatan dengan momen Halal Bihalal ini ditandai dengan penandatanganan prasasti di gedung baru.
Kehadiran Gubernur disambut hangat oleh Ketua Umum MUI Provinsi Bali, H. Mahrusun Hadyono, beserta jajaran pengurus dan keluarga besar MUI Bali. Acara yang mengusung tema "Menguatkan Ukhuwah dan Menghargai Perbedaan" ini turut dihadiri oleh jajaran TNI-POLRI, Kementerian Agama, Pengadilan Tinggi Agama, serta tokoh masyarakat lintas agama.
Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan harapannya agar keberadaan gedung baru ini mampu menjadi pusat penguatan kehidupan masyarakat yang nyaman, aman, dan kondusif. Ia menekankan bahwa pembangunan Bali harus dilakukan secara terarah dan menyentuh seluruh aspek kehidupan.
"Kita harus menjaga Bali ini dengan sebaik-baiknya. Siapa pun yang berada di Gumi Bali, tanpa memandang agama dan asal-usul, mari bersama-sama menjaga pulau ini agar terus memberikan anugerah bagi kita semua," ujar Koster.
Gubernur juga menegaskan pentingnya peran Majelis Umat Beragama, termasuk MUI, dalam menyukseskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Visi ini bertujuan menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya demi mewujudkan kesejahteraan krama Bali secara Sakala (lahir) dan Niskala (batin).
Gubernur Koster turut mengapresiasi semangat gotong royong umat dalam mewujudkan gedung berlantai tiga tersebut. Ia berharap fasilitas ini dapat memberikan pelayanan optimal bagi umat Muslim di Bali.
Senada dengan Gubernur, Ketua Umum MUI Bali, H. Mahrusun Hadyono, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan berkelanjutan dari Wayan Koster. Ia mengenang kembali saat Gubernur melakukan peletakan batu pertama hingga kini hadir langsung untuk meresmikan gedung seluas 7 are tersebut.
"Bapak Gubernur Koster sudah mengawali pembangunan ini sejak peletakan batu pertama. Kami juga berterima kasih kepada seluruh donatur yang telah membantu dengan ikhlas," ungkap H. Mahrusun.
Ia pun berpesan kepada jajarannya agar gedung yang megah ini benar-benar diisi dengan aktivitas pelayanan masyarakat. "Percuma gedung ini megah jika di dalamnya tidak ada kesibukan melayani umat. Mari kita gunakan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya," pungkasnya. (*)