Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mendampingi Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq saat meninjau TPST Kesiman Kertalangu, Jumat (17/4).
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Menteri Lingkungan Hidup (LH) RI, Hanif Faisol Nurofiq, memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Kota Denpasar dan Bali atas kemajuan signifikan dalam tata kelola sampah. Hal tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah titik pengolahan sampah di Denpasar, Jumat (17/4).
Dalam kunjungan tersebut, Menteri LH meninjau TPST Kesiman Kertalangu, TPA Suwung, TPST Tahura 1 dan 2, serta TPS3R Sesetan.
Menteri Hanif mengungkapkan bahwa berdasarkan data, lebih dari 60 persen masyarakat Bali telah melakukan pemilahan sampah langsung dari sumbernya. Ia menilai capaian ini sebagai sebuah "lompatan budaya" yang luar biasa.
"Ini adalah hasil kerja keras seluruh komponen, mulai dari Gubernur, Wali Kota, hingga desa adat. Membangun kebiasaan memilah itu sulit, namun Bali telah menunjukkan progres yang nyata," ujar Hanif.
Sesuai amanat UU Nomor 18 Tahun 2008, Hanif menegaskan pentingnya penegakan hukum guna melindungi masyarakat yang sudah disiplin. Ia mendorong pemerintah daerah untuk mulai menerapkan sanksi Tindak Pidana Ringan (Tipiring) bagi mereka yang masih membuang sampah sembarangan atau enggan memilah.
"Tidak adil jika warga yang sudah disiplin tidak dilindungi. Siapa pun yang melanggar harus dikenakan sanksi tipiring sebagai bentuk keadilan bagi mereka yang sudah berjuang," tegasnya.
Menteri LH juga menyoroti operasional TPST Kesiman Kertalangu yang kini mengolah 60–80 ton sampah per hari, dengan target peningkatan hingga 200 ton per hari pada Juni mendatang. Secara total, kapasitas penanganan sampah melalui jaringan TPST di Bali diproyeksikan mencapai 500 ton per hari.
Pemerintah juga mengeluarkan instruksi tegas: praktik pembuangan terbuka (open dumping) di seluruh TPA di Bali wajib dihentikan paling lambat Agustus mendatang. Jika melanggar, pemerintah pusat siap mengambil langkah hukum terhadap pengelola TPA.
Khusus untuk TPA Suwung, kedepannya akan dikembangkan menjadi fasilitas pengolahan sampah berbasis energi (waste to energy). "Hanya sampah non-organik tertentu yang boleh masuk ke Suwung untuk mendukung teknologi ini," jelas Hanif.
Sementara itu, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, terhadap upaya pengelolaan sampah di Kota Denpasar, khususnya capaian lebih dari 60 persen masyarakat yang telah melakukan pemilahan sampah dari sumber.
Menurut Jaya Negara, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat, mulai dari desa adat, perangkat daerah, hingga komunitas lingkungan yang secara konsisten mengedukasi dan menggerakkan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan Bapak Menteri. Ini menjadi motivasi bagi kami di Kota Denpasar untuk terus memperkuat gerakan pemilahan sampah dari sumber,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Denpasar terus menggencarkan berbagai program baik dari pengelolaan dari sumbernya, serta optimalisasi fasilitas pengolahan seperti TPST Kesiman Kertalangu, TPST Tahura, dan juga TPS3R yang ada di desa dan kelurahan.
Pembagian komposter bagi masyarakat, kata Jaya Negara juga masih menjadi salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Denpasar untuk mendukung gerakan pengelolaan sampah berbasis sumber. Pihaknya akan terus menggenjot pendistribusian bag komposter ini agar bisa segera diterima oleh masyarakat.
Lebih lanjut, Jaya Negara juga menegaskan bahwa pihaknya juga siap menindaklanjuti arahan Menteri terkait penegakan aturan bagi pelanggaran pengelolaan sampah. Penegakan Peraturan Daerah, termasuk penerapan sanksi tipiring, akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan pendekatan edukatif.
“Tentu penegakan aturan akan kami lakukan, namun sebelumnya penegakan dilakukan kami harus memberikan pelayanan secara keseluruhan kepada masyarakat dulu, serta tetap diiringi dengan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat semakin sadar dan disiplin dalam memilah sampah,” tambahnya. (ayu/humas)