Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadi satu-satunya penyumbang poin bagi Indonesia saat dikalahkan Prancis 1-4 di penyisihan Grup D Piala Thomas 2026. (Foto: Xbadminton)
JAKARTA, PERSPECTIVESNEWS - Tim Piala Thomas Indonesia mencatatkan sejarah buruk sepanjang mengikuti kejuaraan bulu tangkis beregu putra tersebut setelah di tahun ini gagal lolos dari fase grup.
Pada pertandingan terakhir Grup D di Forum Horsens, Denmark,
Rabu hingga Kamis (30/4/2026) pagi, Indonesia dikalahkan Prancis 1-4. Kekalahan
menyakitkan ini membuat kemenangan di dua laga sebelumnya yakni menang atas
Aljazair 5-0 dan 3-2 atas Thailand, menjadi sia-sia.
Bulu tangkis Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu
kekuatan utama dunia dengan koleksi 14 gelar juara Piala Thomas. Sejak pertama
kali tampil pada 1958 hingga edisi 2024, Indonesia selalu mampu menembus fase
gugur. Bahkan, capaian terburuk sebelumnya hanya sampai perempat final pada
2012. Namun, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia gagal melaju dari
fase grup.
Dalam persaingan ketat Grup D Piala Thomas 2026, Jonatan
Christie dkk harus puas finis di peringkat ketiga meski memiliki catatan
kemenangan yang sama dengan Thailand dan Prancis. Thailand keluar sebagai juara
grup, sementara Prancis melaju sebagai runner-up.
Kepastian tersingkirnya Indonesia tidak lepas dari hasil
pertandingan lain, di mana Thailand mengalahkan Prancis 4-1 dan menang 5-0 atas
Aljazair. Hasil itu membuat perhitungan selisih kemenangan menjadi penentu di
antara tiga tim yang sama-sama mengantongi poin.
Pada laga kontra Prancis, Indonesia gagal mengamankan poin
di empat partai awal secara beruntun. Jonatan Christie membuka pertandingan
dengan kekalahan 19-21, 14-21 dari Christo Popov. Alwi Farhan kemudian takluk
16-21, 19-21 dari Alex Lanier. Anthony Sinisuka Ginting yang tampil di partai
ketiga juga harus mengakui keunggulan Toma Junior Popov melalui laga ketat 22-20,
15-21, 20-22.
Harapan Indonesia untuk memperpanjang napas pupus setelah
pasangan ganda pertama Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani
kembali gagal menyumbang poin usai kalah 19-21, 19-21 dari Eloi Adam/Leo Rossi.
Satu-satunya kemenangan Indonesia baru hadir di partai
kelima melalui pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang menundukkan
Christo Popov/Toma Junior Popov dengan skor 21-18, 19-21, 21-11. Namun
kemenangan tersebut tidak mengubah nasib Indonesia di turnamen ini.
Hasil di Horsens menjadi pukulan telak bagi PBSI yang secara
tradisi membawa Indonesia berprestasi di ajang beregu putra paling bergengsi
tersebut, sekaligus membuka catatan evaluasi serius bagi sektor bulu tangkis
nasional. (*)
