Komisi II DPRD Kabupaten Jembrana melakukan kunjungan kerja ke Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Amertha Jati pada Senin (11/5/2026). (Foto: DPRD Jembrana).
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Komisi II DPRD Kabupaten
Jembrana melakukan kunjungan kerja ke Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Amertha
Jati pada Senin (11/5/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk membedah kondisi keuangan
sekaligus mendorong perusahaan pelat merah tersebut memperluas cakupan bisnis
demi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ketua Komisi II DPRD Jembrana, I Ketut Suastika, memberikan
apresiasi atas performa PDAM yang kini berhasil mencatatkan keuntungan.
Berdasarkan data perusahaan, laba PDAM terus merangkak naik dari Rp400 juta di
tahun 2023, melonjak ke angka Rp1,1 miliar, hingga kini menyentuh Rp1,3 miliar.
"Kami datang untuk melihat langsung apa saja faktor
yang membuat PDAM kini bisa mencetak laba. Ternyata digitalisasi pelayanan dan
efisiensi tenaga kerja menjadi kunci positif di sini," ujar pria yang
akrab disapa Cohok tersebut.
Dewan juga mendorong PDAM untuk jeli menangkap peluang dari
sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang masuk ke Jembrana, seperti
pembangunan Lapas di Melaya hingga pengembangan kawasan di Pekutatan dan
Pengambengan. Namun, Suastika memberikan catatan tegas agar peningkatan profit
tidak dilakukan dengan cara menaikkan tarif air yang bisa membebani masyarakat.
"Inovasi adalah keharusan, tapi menaikkan tarif bukan
solusi yang bijak bagi rakyat," tegasnya.
Di sisi lain, persoalan klasik berupa keterbatasan air baku
masih membayangi. Suastika menekankan pentingnya pengawalan program 'Burana'
(Buleleng-Jembrana) untuk menyuplai air dari Bendungan Titab agar kebutuhan
jangka panjang terpenuhi.
Menanggapi dorongan tersebut, Direktur Utama PDAM Tirta
Amertha Jati, I Gede Puriawan, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini
adalah tingginya tingkat kebocoran air (non-revenue water) akibat jaringan pipa
yang sudah tua.
"Peremajaan pipa membutuhkan investasi besar. Karena
kondisi fiskal daerah yang ketat, kami tengah mengkaji skema kerja sama dengan
pihak swasta (KPBU) sebagai alternatif pendanaan selain bantuan
pemerintah," jelas Puriawan, Selasa (12/5/2026).
Meskipun pertumbuhan pelanggan tergolong lambat dengan total
saat ini mencapai 27 ribu sambungan, manajemen optimis kehadiran proyek-proyek
besar di Jembrana akan menjadi pasar baru yang sangat potensial bagi perusahaan
di masa depan. (dik)
