Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna saat melaksanakan
persembahyangan bersama dalam rangka Pujawali di Pura Melanting Pasar Umum
Negara, Rabu (13/5/2026) (Foto: prokopim jr)
JEMBRANA,
PERSPECTIVESNEWS - Di tengah hiruk-pikuk aktivitas perdagangan, Wakil
Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), hadir melaksanakan
persembahyangan bersama dalam rangka Pujawali di Pura Melanting Pasar Umum
Negara, Rabu (13/5/2026). Prosesi yang jatuh tepat pada Rahina Buda Kliwon
Gumbreg ini menjadi momentum spiritual krusial bagi stabilitas ekonomi
masyarakat di Bumi Makepung.
Pura Melanting, yang secara filosofis merupakan stana Dewa
Kemakmuran, menjadi pusat konsentrasi doa bagi para pedagang dan pengelola pasar.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Ipat menekankan bahwa keberadaan pasar
tradisional bukan sekadar tempat transaksi fisik, melainkan jantung kehidupan
sosial-ekonomi daerah yang harus dijaga keseimbangannya, baik secara sekala
(lahiriah) maupun niskala (batiniah).
"Piodalan ini adalah bentuk rasa syukur kita sekaligus
permohonan agar pusat perekonomian Jembrana ini selalu diberkati. Kami berharap
vibrasi positif dari doa bersama ini dapat membangkitkan semangat para pedagang
untuk terus produktif," ujar Wabup Ipat usai prosesi persembahyangan .
Wabup Ipat menyoroti pentingnya aspek pelayanan dan kepuasan
pelanggan dalam ekosistem pasar. Menurutnya, pasar yang nyaman dan memiliki
aura positif akan secara otomatis menarik minat masyarakat untuk berbelanja,
yang pada akhirnya berdampak langsung pada peningkatan omzet pedagang lokal.
"Jika suasana pasar harmonis dan spiritualitasnya
terjaga, pelayanan kepada masyarakat juga akan lebih baik. Kita ingin
masyarakat puas dan terpenuhi kebutuhannya dengan harga yang stabil serta
suasana yang kondusif," imbuhnya.
Kehadiran orang nomor dua di Jembrana ini juga didampingi
oleh sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan dinas terkait. Selain mengikuti
prosesi keagamaan, kehadiran jajaran pemerintah ini sekaligus bertujuan untuk
memantau perkembangan sarana dan prasarana pasar. Hal ini dilakukan guna
memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal, khususnya pasca-renovasi
dan penataan kawasan Pasar Umum Negara yang kini tampil lebih modern dan
tertata.
Senada dengan Wabup, Plt. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil
Menengah, dan Perdagangan (KUP) Jembrana, I Made Harta Wijaya, menjelaskan
bahwa piodalan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap enam bulan
sekali.
"Kegiatan ini rutin dengan anggaran sebesar Rp13 juta.
Tujuannya jelas, untuk menjaga energi positif di lingkungan pasar agar
pelayanan jual-beli di Pasar Umum Negara semakin membaik dan memberikan
kenyamanan bagi semua pihak," pungkas Harta Wijaya.
Dengan terlaksananya pujawali ini, Pemerintah Kabupaten
Jembrana berharap sinergi antara kerja keras pedagang dan restu spiritual dapat
membawa kemakmuran yang berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. (prokopim jr)
