Ni Ketut Suartini (48), peternak asal Banjar Sumbersari, Desa Melaya, Jembrana dengan sapi Bali kesayangannya yang berbobot 680 kilogram dan diberi nama ‘Arjuna’, resmi dipinang oleh Presiden RI Prabowo Subianto sebagai hewan kurban Hari Raya Idul Adha 2026. (Foto:dik/perspectives).
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- "Setiap bangun tidur
saya utamakan sapi dulu, urusan dapur belakangan." Prinsip itulah yang
membawa berkah luar biasa bagi Ni Ketut Suartini (48). Air mata haru dan senyum
lebar tak bisa disembunyikan dari wajah peternak asal Banjar Sumbersari, Desa
Melaya, Jembrana ini.
Sapi Bali kesayangannya yang berbobot 680 kilogram dan
diberi nama ‘Arjuna’, resmi dipinang oleh Presiden RI Prabowo Subianto sebagai
hewan kurban Hari Raya Idul Adha 2026.
Bagi Suartini, pencapaian ini adalah puncak dari air mata
dan keringatnya mengurus peternakan Tiga Saudara Farm, usaha yang ia lanjutkan
demi meneruskan wasiat almarhum suaminya. Sambil berkali-kali mengucap syukur,
ia mengaku masih seperti bermimpi.
"Senang sekali. Peternak itu pasti punya kebanggaan dan
semangat luar biasa kalau sapinya sampai dibeli oleh Presiden. Ini bukan cuma
soal uang, tapi motivasi besar buat kami para peternak lokal di Jembrana,"
ungkap Suartini dengan suara bergetar bahagia saat ditemui di kandangnya, Senin
(17/5/2026).
Kegembiraan Suartini sangat beralasan. Arjuna dibeli dengan
harga fantastis, yakni Rp 72.100.000. Namun di balik angka itu, ada ikatan
emosional dan ketelatenan luar biasa.
Tiga tahun lalu, saat dibeli dari wilayah Pekutatan, kondisi
Arjuna sangat memprihatinkan, kurus kering dengan bobot hanya sekitar 75-80
kilogram. Di tangan dingin Suartini, Arjuna bertransformasi menjadi
"monster" seberat hampir 7 kwintal.
Rahasia ketelatenan Suartini dalam merawat Arjuna yakni
dengan mengkombinasikan hijauan segar, ampas tahu, poral, hingga konsentrat
khusus untuk mendongkrak bobot. Ramuan jamu tradisional diberikan secara rutin
demi menjaga kebugaran fisik dan nafsu makan sang sapi.
Selain itu, Arjuna dimandikan secara rutin menggunakan air
hangat yang dicampur garam dan sabun agar bulunya tetap bersih, sehat, dan mengkilap.
Setiap hari diberi minum air dicampur segenggam garam agar struktur kakinya
kokoh menopang beban ratusan kilogram.
Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya sapi jumbo milik
Suartini diincar pemerintah. Namun pada tahun-tahun sebelumnya, sapi-sapinya
selalu keduluan diborong oleh para pengusaha besar dari Pulau Jawa yang datang
seminggu setelah Idul Fitri.
Kali ini, rezeki tidak kemana. Berkat laporan dari mulut ke
mulut petugas kesehatan hewan dinas terkait yang rutin melakukan vaksinasi,
pesona Arjuna akhirnya sampai ke telinga pihak istana.
Rencananya, pada Hari Raya Idul Adha mendatang, Arjuna akan
diserahkan ke salah satu masjid di wilayah Melaya Krajan. Saking sayangnya dan
sebagai bentuk rasa syukur yang mendalam, Suartini memastikan dirinya akan ikut
mengawal langsung perjalanan Arjuna hingga ke tangan panitia kurban. (dik)
