Petugas melakukan olah TKP kecelakaan tunggal yang merenggut nyawa terjadi di jalur utama Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di KM 100-101, Banjar Banyubiru, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana pada Minggu (17/5/2026). (Foto: Satlantas Jembrana).
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Sebuah kecelakaan tunggal
yang merenggut nyawa terjadi di jalur utama Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di KM
100-101, Banjar Banyubiru, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana pada
Minggu (17/5/2026).
Seorang sopir truk asal Buleleng, Putu Santiaji (49),
mengembuskan napas terakhirnya bukan karena benturan kecelakaan, melainkan
diduga akibat serangan jantung yang fatal saat berada di balik kemudi.
Peristiwa tragis ini bermula ketika truk Isuzu bernomor
polisi DK 8763 GQ yang dikemudikan korban melaju dari arah Gilimanuk menuju
Denpasar. Memasuki lokasi kejadian sekitar pukul 11.10 WITA, truk tiba-tiba
oleng ke kiri (out of control) dan langsung menghantam pagar rumah warga di
sisi utara jalan.
Berdasarkan penyelidikan polisi, hilangnya kendali kendaraan
tersebut dipicu oleh kondisi kesehatan korban yang memburuk secara mendadak.
"Diduga pengemudi mengalami serangan jantung sebelum
kecelakaan. Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat mengeluh sakit di
bagian dada namun tetap melanjutkan perjalanan," ujar Kasat Lantas Polres
Jembrana, AKP I Wayan Sugianta, Senin (18/5/2026).
Usai tabrakan terjadi, warga dan petugas segera mengevakuasi
korban ke RSUD Negara. Namun sayang, nyawa pria asal Kecamatan Busungbiu
tersebut tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan.
Hasil pemeriksaan medis juga memperkuat dugaan bahwa pemicu
utama kematian korban adalah penyakit jantung, mengingat tidak ditemukan
luka-luka luar akibat benturan keras pada tubuh korban.
Pihak Satlantas Polres Jembrana telah bergerak cepat dengan
melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti truk, serta memeriksa sejumlah
saksi di lokasi.
Akibat insiden ini, kerusakan pada pagar rumah warga memicu
kerugian material yang ditaksir mencapai Rp3 juta. (dik)
