Penampilan para peserta di babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Haluan
Pembangunan Bali 100 Tahun (2025–2125). (Foto: Ist)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- SMA Negeri (SMAN) Bali Mandara dan SMK Negeri (SMKN)
Bali Mandara, berhasil meraih tiket final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Haluan
Pembangunan Bali 100 Tahun (2025–2125).
Dua
sekolah unggulan asal Kubutambahan, Buleleng ini sukses meraih prestasi
mengagumkan setelah berkompetisi di babak penyisihan yang berlangsung sengit, Selasa
(12/5/2026), bertempat di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali,
Denpasar.
Tampil
dominan sejak awal sesi, perwakilan siswa kurang mampu namun bermental juara
ini sukses menyingkirkan sekolah-sekolah tangguh dari kabupaten lain.
Persaingan
ketat di kompetisi ini, mempertemukan perwakilan siber dari berbagai daerah di
Bali dan terbukti sukses mencetak siswa berwawasan visioner satu abad ke depan.
Penampilan
gemilang kedua sekolah dalam babak penyisihan, SMAN Bali Mandara yang tampil di
regu B, sukses menekuk perlawanan SMKN 1 Manggis dari Karangasem di regu A dan
SMKN 5 Negara dari Jembrana di regu C dengan skor total 1.400 poin.
Sementara
itu, SMKN Bali Mandara di regu B, tampil jauh lebih agresif saat berhadapan
dengan SMAN 1 Manggis dari Karangasem di regu A dan SMAN 2 Mendoyo dari
Jembrana di regu C. Sekolah kejuruan ini keluar sebagai yang terbaik setelah
mencetak skor tertinggi sebesar 1.750 poin.
Koordinator lomba, Drs.
Gede Kusuma Putra, yang juga menjabat Wakil Ketua Bidang Perekonomian DPD PDI
Perjuangan Bali, menjelaskan bahwa ajang LCC ini merupakan bagian integral dari
implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 19 Tahun 2019 tentang Bulan Bung
Karno.
Materi lomba
dirancang sangat strategis guna menguji pemahaman gen-Z terhadap cetak biru
masa depan pulau, yang meliputi 6 Bidang Prioritas Pembangunan dan 44
Tonggak Peradaban Bali Era Baru.
“Ajang ini didesain agar
generasi muda memahami visi pembangunan Bali satu abad ke depan. Kami
berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas acara ini dan menaikkan kuota
beasiswa bernilai jutaan rupiah setiap tahunnya bagi talenta-talenta terbaik,”
ujarnya.
Keberhasilan
ganda ini disambut hangat oleh Koordinator Buleleng, Dewa Nyoman
Sukardina.
Menurutnya,
dominasi Bali Mandara dalam LCC Haluan Pembangunan Bali ini merupakan penegasan
bahwa anak-anak dari Bali Utara siap mengawal arah kemajuan tanah kelahiran
mereka hingga tahun 2125.
“Buleleng adalah gudangnya
kaum intelektual dan pemuda kritis. Melalui LCC Haluan Pembangunan Bali 100
Tahun ini, kami ingin memastikan anak-anak muda kita tidak hanya menjadi
penonton, tetapi berdiri di garda terdepan. Kita buktikan dari Buleleng lahir pemikir-pemikir
hebat yang siap mengawal peradaban Bali satu abad ke depan,” tegas Sukardina.
(nom)
