Putri Koster tampil dalam acara Parade Puisi dan Akustik bertajuk Nuansa Harmoni, di Gedung Puri Seni Sasana Budaya, Singaraja, Sabtu (23/5). (Foto:Humas. Prov. Bali)
BULELENG, PERSPECTIVESNEWS — Penampilan Putri Suastini Koster saat membacakan puisi "Sumpah Kumbakarna" sukses memukau penonton di Gedung Puri Seni Sasana Budaya, Singaraja, Sabtu (23/5). Tampil dalam acara Parade Puisi dan Akustik bertajuk Nuansa Harmoni, penghayatan kuat dan teknik vokalisasi yang matang darinya seolah menghadirkan langsung sosok kesatria Kumbakarna di atas panggung.
Latar belakangnya sebagai seniman multitalenta membuat pembacaan puisi tersebut terasa hidup, emosional, sekaligus sarat pesan nasionalisme. Bagi Putri Koster, puisi bukan sekadar rangkaian kata, melainkan media untuk menyampaikan jiwa, nilai perjuangan, dan kecintaan terhadap tanah air.
“Puisi Sumpah Kumbakarna memiliki makna mendalam yang mengingatkan siapa saja untuk mencintai dan membela negaranya tanpa syarat. Meski Kumbakarna tidak menyukai tindakan Rahwana, ketika negaranya diserang, ia tetap berdiri sebagai kesatria untuk membela tanah airnya,” ujarnya.
Ia berharap nilai nasionalisme dalam karya sastra ini tetap hidup di tengah generasi muda, sekaligus menjadi fondasi dalam pembentukan karakter dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
Lebih lanjut, Putri Koster juga menyampaikan harapannya agar ke depan lahir generasi pembaca puisi baru yang tidak sekadar membaca teks, melainkan benar-benar mampu “menghidupkan” karya sastra di atas panggung.
Menurutnya, kemampuan membaca puisi harus dibangun dari dasar yang kuat—mulai dari penghayatan, penjiwaan, vokalisasi, hingga kemampuan memberi ruh pada setiap bait yang dibacakan. Setelah kemampuan dasar tersebut matang, seni baca puisi dapat dikembangkan menjadi sebuah seni pertunjukan yang lebih megah melalui kolaborasi lintas seni.
“Ibu berharap seni baca puisi dapat berkembang menjadi seni pertunjukan. Bisa dipadukan dengan gamelan, musik tradisional, maupun seni tari. Namun, yang paling utama tetap kemampuan membaca puisinya harus bagus dan mampu memberi ruh pada karya yang dibawakan,” katanya.
Ia menilai, kegiatan seperti Parade Puisi dan Akustik ini merupakan ruang krusial untuk menjaring sekaligus membina bibit-bibit pembaca puisi muda di Bali. Selain mengasah kreativitas, para peserta juga memperoleh pengalaman berharga dalam membangun karakter, rasa percaya diri, dan keberanian tampil di depan publik.
“Selain membaca puisi, generasi muda juga bisa memperdalam karakternya. Pengalaman berkesenian seperti ini akan menjadi bekal yang bermanfaat bagi mereka di kemudian hari,” imbuhnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian seni budaya, Putri Koster turut menyerahkan bantuan sebesar Rp5 juta kepada sekaa gong pengiring yang mendukung jalannya pertunjukan.
Apresiasi senada juga datang dari Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Ariadi Pribadi. Ia menilai penyelenggaraan kegiatan ini menjadi ruang kreativitas dan pemersatu masyarakat, khususnya generasi muda.
Adapun acara yang disiarkan melalui radio dan layanan streaming ini digagas sebagai wadah ekspresi sastra modern bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum di Kabupaten Buleleng. (*)