Perspectives News

Tetap Kuat dan Berdaya Tahan, BPS Catat Ekonomi Bali Tumbuh 5,58 Persen

 


DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS-  Perekonomian Bali pada Triwulan I 2026 tercatat tumbuh sebesar 5,58 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian ini menunjukkan ekonomi Bali tetap kuat dan berdaya tahan di tengah gejolak geopolitik global.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, pertumbuhan tersebut memang sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 5,86 persen (yoy), seiring pola musiman (seasonal). Meski demikian, kinerja ekonomi Bali tetap solid karena ditopang hampir seluruh lapangan usaha.

Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah Administrasi Pemerintahan yang tumbuh 16,67 persen (yoy), disusul Industri Pengolahan sebesar 8,93 persen (yoy). Sektor pertanian juga mencatat pertumbuhan 2,36 persen (yoy), didorong peningkatan kinerja subsektor perkebunan dan peternakan.

Selain itu, sektor konstruksi tumbuh 4,87 persen (yoy) seiring tingginya realisasi proyek strategis serta investasi PMA dan PMDN. Sementara sektor akomodasi dan makan minum (akmamin) tetap tumbuh 6,44 persen (yoy), meski mengalami perlambatan akibat periode low season dan penutupan sejumlah penerbangan imbas konflik Timur Tengah.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Bali terutama ditopang konsumsi pemerintah yang melonjak 20,28 persen (yoy), seiring realisasi belanja pemerintah pusat dan daerah. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga tumbuh 6,78 persen (yoy).

Sementara konsumsi rumah tangga meningkat 5,02 persen (yoy), didorong momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Nyepi, Ramadan, dan Idulfitri, serta berbagai program diskon dan insentif pemerintah.

Di sisi lain, ekspor luar negeri tumbuh 2,84 persen (yoy), melambat dibanding triwulan sebelumnya seiring penurunan ekspor jasa, terutama dari sektor pariwisata.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, menegaskan bahwa ketahanan ekonomi Bali tidak lepas dari kuatnya sinergi antar pemangku kepentingan.

“Di tengah ketidakpastian global, ekonomi Bali tetap menunjukkan resiliensi. Ini ditopang oleh konsumsi domestik yang kuat, investasi yang terus berjalan, serta pemulihan sektor pariwisata,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Ia menambahkan, ke depan kinerja ekonomi Bali diprakirakan semakin membaik seiring masuknya periode high season pariwisata, meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik, serta penguatan sektor pertanian saat panen raya.

“Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholders untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing,” tegasnya. (lan/bi)

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama