Perspectives News

Bali Jagadhita VII 2026 Ditutup, Gelar Rangkaian Lomba Budaya dan Pangan Lokal Bali

 

 


 


Foto bersama saat peserta lomba menerima penghargaan sebagai pemenang. (Foto: Ist)

BALI, PERSPECTIVESNEWS- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali menyelenggarakan lomba sebagai rangkaian agenda Bali Jagadhita VII 2026 pada 5–7 Juni 2026 di Mal Bali Galeria, Denpasar.

Beragam lomba yang dilaksanakan mulai Lomba Kreasi Kerajinan Tas Berbahan Purna Pakai, Lomba Merangkai Gebogan, Lomba Masak Serba Ikan (LMSI), Lomba Mewarnai, Lomba Melukis Motif Endek dengan Media Tote Bag Berbahan Ramah Lingkungan, dan Lomba Videografi.

Rangkaian lomba mencerminkan komitmen Bank Indonesia dalam mendukung pelestarian budaya daerah dan pangan lokal Bali di berbagai kalangan masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Di hari pertama diawali Lomba Kreasi Kerajinan Tas Berbahan Purna Pakai. Dengan semangat ”Waste to Wonder: Kreasi Tas dari Limbah”, lomba ini diharapkan mampu membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah, khususnya limbah plastik, sebagai bahan baku alternatif dalam industri kerajinan. 

Dampak positif dari pengelolaan limbah yaitu terdapat peningkatan nilai tambah limbah melalui proses pengolahan menjadi produk kerajinan yang bernilai ekonomis.

Lomba ini juga mendukung implementasi kebijakan Pemerintah Provinsi Bali terkait pembatasan penggunaan plastik sekali pakai. Dengan demikian, produk tas berbahan limbah dapat dimanfaatkan sebagai alternatif tas belanja yang ramah lingkungan.

Dalam penyelenggaraan lomba kreasi tas, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bersinergi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, khususnya dalam aspek rekomendasi peserta dan proses penjurian. Selain itu, proses penjurian turut melibatkan pihak eksternal lain yaitu dari Institut Seni Indonesia Bali dan Bank Sampah Wastu Lestari.

Peserta lomba terdiri dari dua puluh kelompok dari kabupaten dan kota di Provinsi Bali, masing-masing terdiri dari dua orang. Dewan juri mengungkapkan beberapa komponen utama penilaian: 1) Orisinalitas dan Budaya Bali; 2) Kreativitas Pemanfaatan Daur Ulang; 3) Fungsi dan Kenyamanan Tas; 4) Teknik dan Estetika; serta 5) Nilai Lingkungan dan Ekonomi Produk.

Sementara di hari kedua digelar tiga jenis perlombaan, yaitu Lomba Merangkai Gebogan, Lomba Mewarnai, dan Lomba Masak Serba Ikan (LMSI). Lomba Merangkai Gebogan, sebagai salah satu sarana persembahan dalam pelaksanaan upacara keagamaan bagi umat Hindu di Bali, diselenggarakan dengan memanfaatkan buah lokal Bali sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, mendorong kreativitas, serta mengoptimalkan penggunaan hasil pertanian lokal dalam pembuatan Gebogan.

Juri eksternal lomba ini terdiri dari dua seniman dan satu akademisi. Peserta lomba terdiri dari dua puluh kelompok yang berasal dari Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Wanita Hindu Dharma Indonesia, dan masyarakat umum.

Dalam pelaksanaannya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Kriteria penilaian utama lomba yaitu Kombinasi dan Keserasian Penataan, Kerapian dan Kebersihan, Penggunaan Bahan Lokal, Kreativitas, serta Ketepatan Waktu.

Ni Luh Putu Wiwin Astari sebagai salah satu dewan juri lomba memberikan apresiasi kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali atas inisiasi kegiatan ini.

”Saya sangat kagum melihat tangan-tangan terampil, ketelitian, kreativitas, dan semangat para peserta. Menilai Lomba Gebogan kemarin bukanlah hal yang mudah, karena kami tidak hanya melihat keindahan estetika dan keserasian komposisi media, tetapi juga harus menilai kesesuaian dengan pakem tradisi, sembari berpacu dengan waktu.” ujar Wiwin.

Karakter ini merupakan perpaduan tiga ikon khas Bali yaitu, penyu, jalak bali, dan barong yang melambangkan kebijaksanaan dan keberlanjutan. LAIK diciptakan oleh seniman sekaligus juri lomba asal Kabupaten Gianyar, Dewa Raka Jana Nuraga. Pria yang akrab disapa Raka Jana merupakan pendiri HNS Creative Studio sekaligus sebagai salah satu UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali. 

Sebagai penutup lomba di hari kedua, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali menghadirkan LMSI untuk menggugah semangat dan pengetahuan masyarakat untuk mengonsumsi ikan lokal Bali. LMSI memanfaatkan ikan tuna sirip biru sebagai bahan baku menu keluarga, menu balita, dan menu kudapan.

Demi mengoptimalkan animo masyarakat Bali terhadap agenda Bali Jagadhita VII 2026, puncak rangkaian lomba hari ketiga diakhiri oleh lomba dan pemecahan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) Melukis Motif Endek dengan Media Tote Bag Berbahan Ramah Lingkungan.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi dan inovasi untuk meningkatkan ketertarikan generasi muda agar berperan dalam melestarikan kain endek Bali.

”Kegiatan ini merupakan langkah yang sangat baik dalam melestarikan budaya Bali, khususnya kain Endek, dengan cara yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Saya melihat antusiasme dan kreativitas peserta yang luar biasa dalam mengangkat motif Endek melalui media ramah lingkungan.” tutur Tjok.

Dalam hal pemecahan rekor MURI, penyerahan piagam secara resmi dilakukan oleh Customer Relation Manager MURI, Lutvi Syah Pradana kepada Bapak Rudy Brando Hutabarat selaku Asisten Gubernur Bank Indonesia. Tak lengkap rasanya jika perlombaan Bali Jagadhita VII 2026 tanpa keberadaan Lomba Videografi.  (lan/bi)

 

 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama