Perspectives News

Bupati Kembang Targetkan Jembrana Produsen Kambing Terbesar di Bali

 

Bupati Kembang saat menyerahkan bantuan 44 ekor kambing (40 betina dan 4 jantan) kepada kelompok ternak di Banjar Palungan Batu, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, Selasa (23/6/2026(. (FOTO: dik/perspectives)

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Pemerintah Kabupaten Jembrana terus mematangkan strategi pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal. Kali ini, sektor peternakan dibidik menjadi pilar utama kesejahteraan masyarakat. Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menegaskan komitmennya untuk membawa kabupaten ini melompat lebih jauh dengan target menjadikan Jembrana sebagai produsen kambing terbesar di Pulau Dewata.

​Langkah nyata tersebut ditunjukkan Bupati Kembang saat menyerahkan bantuan 44 ekor kambing (40 betina dan 4 jantan) kepada kelompok ternak di Banjar Palungan Batu, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, Selasa (23/6/2026).

Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif daerah yang sebelumnya populer dengan nama "Gempita". Setelah Batuagung, bantuan serupa dijadwalkan menyasar kelompok ternak di Kecamatan Pekutatan guna mempercepat perluasan populasi.

​"Kami berharap bantuan ini tidak hanya berupa ternak kambing, tetapi juga membawa harapan, semangat, dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat," ujar Bupati Kembang.

​Bupati Kembang optimistis target sebagai produsen utama di Bali sangat rasional untuk dicapai. Jembrana didukung oleh ketersediaan lahan yang luas, sumber daya memadai, serta pakan ternak yang melimpah.

​Lebih dari itu, ketergantungan Bali terhadap pasokan daging dari luar pulau menjadi peluang emas yang wajib direbut.

“Setiap sore kita bisa melihat banyak kendaraan pengangkut ternak yang datang dari Jawa. Ini menunjukkan kebutuhan pasar di Bali masih sangat tinggi dan peluang usaha peternakan kambing masih terbuka lebar,” jelasnya.

​Optimisme pemerintah daerah juga diperkuat oleh data akademis. Berdasarkan hasil kajian Universitas Udayana, usaha ternak kambing dinilai memiliki prospek ekonomi yang sangat baik karena harga jualnya relatif stabil dan sistem perawatannya tidak serumit jenis ternak lainnya.

​Kemudahan tata laksana pemeliharaan ini membuat budidaya kambing sangat cocok dijadikan sebagai sumber pendapatan tambahan di sela-sela aktivitas utama warga.

​Bupati Kembang mencontohkan beberapa kisah sukses warganya yang mampu mengelola puluhan ekor kambing tanpa menelantarkan pekerjaan utama, termasuk seorang kepala lingkungan yang tetap aktif melayani masyarakat sembari beternak.

​"Kalau ditekuni secara profesional, hasilnya sangat menjanjikan. Melalui pengembangan peternakan kambing secara berkelanjutan, kami berharap sektor ini mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus memperkuat posisi Jembrana sebagai sentra peternakan kambing di Bali," pungkasnya. (dik)

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama