Salah satu UMKM di Bali yang mendapat Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank BPD Bali. (Foto: BPD Bali)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS
- Bank BPD Bali mencatatkan telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR)
sebesar Rp960,51 miliar sepanjang Januari sampai dengan Mei tahun 2026.
Pencapaian ini menjadi wujud nyata komitmen Bank BPD Bali untuk terus
memfasilitasi dan memberdayakan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
secara berkelanjutan.
Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, S.H., M.H.
mengatakan, pembiayaan ini diarahkan pada sektor produksi non perdagangan, sejalan
dengan sektor prioritas dari Pemerintah Pusat (Asta Cita) dan Pemerintah
Provinsi Bali (Ekonomi Kerthi Bali) untuk mempercepat pertumbuhan dan
meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.
Target penyaluran KUR Bank BPD Bali sampai dengan akhir
tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp1,8 triliun. Dari penyaluran yang telah
berjalan, sebanyak 62,49 persen berhasil direalisasikan pada sektor produksi.
Khusus untuk sektor jasa, porsi penyalurannya tercatat paling dominan, yakni
mencapai 40,74 persen dari total keseluruhan penyaluran KUR.
Hingga Mei 2026, penyaluran KUR Bank BPD Bali secara agregat
telah mencapai angka Rp11,25 triliun dengan baki debet tercatat sebesar Rp3,58
triliun. Penyaluran RTP tahun 2026 yang tersebut diserap melalui tiga skema
utama, yakni KUR Kecil sebesar Rp776,36 miliar, disusul oleh KUR Mikro sebesar
Rp183,88 miliar, dan KUR Super Mikro sebesar Rp270 juta.
Selain sektor jasa, penyaluran KUR tahun ini juga menyasar
beberapa ekosistem prioritas lainnya. Sektor tersebut meliputi sektor pertanian
dari hulu ke hilir, sektor kelautan dan perikanan di wilayah pesisir, serta
sektor industri pengolahan yang menaungi pengrajin lokal dan UMKM. Nyoman
Sudharma menyebutkan, akses pembiayaan yang tepat sasaran diharapkan dapat
membantu pelaku usaha memenuhi kebutuhan modal dan menjaga keberlangsungan
usaha mereka.
Penyaluran KUR Bank BPD Bali sepanjang tahun 2026 juga
tercatat semakin inklusif karena mayoritas pembiayaan, yakni sebesar 73,28
persen, berhasil dialokasikan kepada debitur baru. Sementara itu, porsi
penyaluran untuk debitur existing adalah sebesar 26,72 persen.
Untuk memastikan akses permodalan menyentuh masyarakat
hingga ke pelosok, Bank BPD Bali menjalankan program inisiatif "Bank BPD
Bali Goes To Banjar" yang bertujuan meningkatkan literasi keuangan dan
memberikan pelatihan bagi segenap lapisan masyarakat yang ada di pedesaan.
Upaya perluasan ini juga diperkuat melalui sinergi bersama Lembaga Perkreditan
Desa (LPD) dan BUMDes sebagai mitra strategis untuk mengidentifikasi UMKM
potensial di setiap desa.
Lebih lanjut, Bank BPD Bali merancang strategi pembiayaan
berbasis komunitas atau kluster untuk memberdayakan ekosistem desa, khususnya
pada sektor pertanian dan peternakan, guna memastikan penyaluran yang lebih
aman dan tepat sasaran.
Strategi pemberdayaan ini diperkuat melalui sinergi erat
dengan lembaga keuangan lokal yang telah mengakar di masyarakat. Bank BPD Bali
juga mengoptimalkan jaringan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di berbagai Desa
Adat untuk melakukan identifikasi awal (skema linkage program atau rujukan)
terhadap UMKM potensial yang membutuhkan eskalasi modal. Selain itu, Badan
Usaha Milik Desa (BUMDes) juga digandeng sebagai mitra strategis, baik dalam
fungsi penyaluran pembiayaan maupun sebagai offtaker (pembeli siaga) bagi hasil
usaha masyarakat desa yang telah dibiayai oleh dana KUR.
Melalui kombinasi penyaluran yang agresif namun terukur pada
debitur baru, serta pendekatan kultural yang humanis, Bank BPD Bali optimistis
target penyaluran KUR tahun 2026 dapat terealisasi secara optimal, mendorong
kemandirian ekonomi masyarakat Bali dari tingkat desa. (adv6)
