Perspectives News

Dikikis Air Pasang, Bangkai Paus Perancak Muncul Lagi

 


Bangkai paus bungkuk (Humpback Whale) yang telah dikubur pada Selasa (14/7/2026) lalu, dilaporkan kembali menyembul ke permukaan pada Kamis (16/7/2026), diduga kuat akibat lokasi penguburannya tergerus oleh hantaman air laut pasang. (Foto: Ist/Perspectives).

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Fenomena alam di pesisir Pantai Perancak, Kecamatan Jembrana, kembali memicu persoalan. Bangkai paus bungkuk (Humpback Whale) yang telah dikubur pada Selasa (14/7/2026) lalu, dilaporkan kembali menyembul ke permukaan pada Kamis (16/7/2026). Mamalia laut raksasa tersebut diduga kuat naik akibat lokasi penguburannya tergerus oleh hantaman air laut pasang.

Dari informasi, kondisi bangkai sepanjang 7,70 meter itu kini mulai memprihatinkan dan mengeluarkan bau busuk yang menyengat. Sebagian besar tubuh paus telah mencuat ke permukaan, dan hanya menyisakan bagian ekor yang masih tertanam di dalam pasir pantai.

Mirisnya, hingga berita ini diturunkan, belum tampak ada pergerakan dari instansi terkait di lokasi kejadian. Perbekel Perancak, I Nyoman Wijana, membenarkan situasi tersebut setelah menerima aduan dari warga setempat.

"Laporan dari warga menyebutkan bangkai paus kembali muncul di permukaan pantai karena lokasi penguburannya tergerus oleh air laut pasang," ujar Wijana saat dikonfirmasi.

Kondisi yang mulai mengganggu kenyamanan warga ini membuat pihak pemerintah desa mendesak adanya tindakan cepat. Wijana menekankan perlunya evaluasi menyeluruh dalam penanganan satwa dilindungi di kawasan pesisir yang rawan abrasi.

Menurutnya, mengubur bangkai sedekat itu dengan bibir pantai yang dinamis adalah langkah yang berisiko.

Sebagai solusi konkret, pihak desa telah berkoordinasi dengan petugas terkait untuk memindahkan sisa bangkai paus ke area yang lebih aman. Warga setempat bahkan telah merelakan lahan pribadinya yang terletak sekitar 15 meter di sebelah barat lokasi awal untuk dijadikan tempat penguburan baru.

"Kalau ditanam di pasir pantai pasti kembali muncul ke permukaan karena air pasang. Tadi sudah saya berikan solusi agar dikubur di tanah milik salah satu warga. Untuk kapan (penguburan ulang), kita masih menunggu hasil koordinasi. Ini sudah mengeluarkan bau busuk," pungkas Wijana.

Sebelumnya, paus bungkuk ini dievakuasi dan dikubur setelah melalui proses nekropsi oleh tim gabungan dari BPSPL Denpasar, BBRBLPP Gondol, dan Jaringan Satwa Indonesia (JSI). Kendati prosedur awal sudah terpenuhi, dinamika air pasang Pantai Perancak membuktikan bahwa mitigasi lanjutan di area rawan abrasi masih memerlukan strategi yang lebih matang. (dik)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama