Perspectives News

Jembrana Siaga Kekeringan, Armada Air Bersih Disiagakan

 


Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jembrana, I Putu Agus Artana Putra. (Foto: dik/Perspectives)

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana bergerak cepat mengantisipasi ancaman kekeringan selama musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga September mendatang.

Seluruh sarana distribusi, mulai dari tandon hingga armada mobil tangki air, dipastikan dalam kondisi siap tempur untuk menyuplai kebutuhan masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengungkapkan bahwa kesiapan ini diperkuat dengan status Jembrana sebagai satu-satunya kabupaten di Bali yang menerima bantuan tangki air khusus dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Di tingkat nasional, bantuan strategis ini hanya disalurkan ke 26 kabupaten/kota.

"Seluruh tandon air sudah kami tarik sementara ke kantor agar siap didistribusikan seketika krisis air bersih terjadi. Dari sisi fasilitas, kami sangat siap," ujar Agus dikonfirmasi Kamis (9/7/2026).

Meski hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai warga yang kesulitan air bersih, BPBD tetap memasang radar waspada di sejumlah wilayah yang menjadi langganan kekeringan. Beberapa di antaranya meliputi, Desa Manistutu, Desa Tukadaya, Kelurahan Pendem, Desa Mendoyo Dauh Tukad dan Desa Yehembang.

Sebagai langkah jangka panjang, Balai Wilayah Sungai (BWS) dijadwalkan segera turun ke lapangan untuk melakukan survei. Pemerintah pusat melalui BWS akan menyalurkan bantuan berupa pembangunan jaringan perpipaan serta pengeboran sumur baru.

"Bantuan ini tidak hanya menyasar kebutuhan domestik warga, tetapi juga sektor pertanian demi menjaga stabilitas ketahanan pangan daerah," tambah Agus.

Selain mendistribusikan tandon berkapasitas besar (mulai dari 2.000 hingga tandon BNPB ukuran 5.200 liter) ke titik rawan, BPBD juga menyiagakan pasokan air ini sebagai langkah preventif kebakaran. Salah satu fokus utamanya adalah mengantisipasi potensi kebakaran di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kerap dipicu oleh suhu ekstrem musim kemarau.

Saat ini, BPBD juga mengimbau agar cadangan air bersih ini diprioritaskan murni untuk kebutuhan darurat warga, bukan untuk keperluan logistik pembangunan fisik. (dik)

.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama