Perspectives News

Apresiasi Penataan Kawasan Berbasis Tri Hita Karana, Wali Kota Jaya Negara Hadiri Puncak Karya di Sanur


Wawali Jaya Negara saat menghadiri puncak Karya Padudusan Alit, Mlaspas, Mendem Pedagingan, dan Mecaru Panca Kelud Wrespati Kalpa Agung di Kawasan Pantai Matahari Terbit, Sanur, Jumat (28/8/2026). (Foto: HumasDps) 

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS –– Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri puncak Karya Padudusan Alit, Mlaspas, Mendem Pedagingan, dan Mecaru Panca Kelud Wrespati Kalpa Agung yang digelar di Kawasan Pantai Matahari Terbit, Sanur, pada Jumat (28/8/2026).

Kehadiran Wali Kota Jaya Negara dalam upacara tersebut merupakan bentuk nyata dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan, sekaligus upaya menjaga dan melestarikan adat, budaya, serta tradisi Bali. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara turut menyerahkan punia sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan karya yang diselenggarakan oleh krama Desa Adat Sanur.

Wali Kota Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan karya ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan sradha dan bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus memperkuat rasa syukur, kebersamaan, dan gotong royong di tengah masyarakat.

“Semoga pelaksanaan karya ini dapat berjalan dengan lancar serta memberikan kerahayuan bagi seluruh krama. Momentum ini juga hendaknya semakin memperkuat kebersamaan kita dalam menjaga adat, budaya, lingkungan, dan keharmonisan kehidupan berlandaskan nilai-nilai Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Karya sekaligus Ketua Baga Parahyangan Desa Adat Sanur, Ida Bagus Kompiang Partama, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian karya telah dimulai sejak 19 Agustus 2026 yang diawali dengan upacara Nuwasen.

Adapun puncak karya yang dilaksanakan pada Jumat (28/8) ini dipuput oleh tiga sulinggih, yaitu Ida Pedanda Putra Telaga, Ida Pedanda Buda, serta Jelantik Gunung Sari Ubud.

Ida Bagus Kompiang Partama menambahkan, pelaksanaan karya ini merupakan wujud rasa syukur krama Desa Adat Sanur atas waranugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus sebagai sarana memohon kerahayuan dalam penataan dan pembangunan kawasan pesisir tersebut.

“Pelaksanaan karya ini juga berkaitan dengan penataan Kawasan Pantai Matahari Terbit yang dilaksanakan secara berlandaskan konsep Tri Hita Karana, meliputi keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, penataan Kawasan Pantai Matahari Terbit mencakup sejumlah program pembangunan fisik dan fasilitas publik. Di antaranya meliputi penataan Petunon sebagai tempat pelaksanaan upacara Ngaben bagi warga Sanur, pembangunan kawasan UMKM, Kantor Desa Adat, renovasi Kantor LPD, penataan areal parkir, hingga pembangunan Patung Monumen Nelayan Lokal.

Selain sebagai ungkapan rasa syukur atas penataan kawasan, karya ini juga ditujukan untuk mendirikan Pelinggih Padma sebagai pengulun Kawasan Matahari Terbit, serta menstanakan Ida Bhatara Melanting sebagai pengayom aktivitas perekonomian di kawasan pesisir pantai dan sekitarnya.

Seluruh rangkaian karya ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat dari 10 banjar adat di Desa Adat Sanur, dengan total keterlibatan sekitar 1.800 orang krama.

“Seluruh rangkaian karya melibatkan krama dari 10 banjar adat dengan jumlah sekitar 1.800 orang. Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Bapak Wali Kota serta Pemerintah Kota Denpasar. Dukungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga adat, budaya, dan keharmonisan Desa Adat Sanur,” kata Ida Bagus Kompiang Partama.

Pelaksanaan karya ini diharapkan dapat terus meningkatkan sradha dan bhakti masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara Desa Adat Sanur, krama masyarakat, dan Pemerintah Kota Denpasar dalam mewujudkan penataan Kawasan Pantai Matahari Terbit yang berkelanjutan serta berlandaskan nilai-nilai Tri Hita Karana. (Ayu/Humas Denpasar).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama