Perspectives News

Dorong Kreativitas Anak Muda Bali di Bidang Mixology & Flair Bartender, Gubernur Koster Siapkan Sertifikat dan Modal Usaha


Gubernur Koster menyerahkan hadiah kepada para pemenang Kompetisi Mixology & Flair Bartender dalam rangkaian peringatan HUT ke-68 Provinsi Bali di Gedung Kertha Saba, Areal Rumah Jabatan Gubernur Bali, Minggu (9/8). (Foto: Humas-Prov. Bali) 

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Gubernur Bali Wayan Koster terus mendorong potensi generasi muda Bali yang memiliki bakat dan kemampuan meracik rasa koktail (mixology) serta penguasaan teknik flair bartending atau aksi akrobatik melempar botol dan alat bar.

Guna mewadahi bakat dan mengasah kemampuan para calon bartender muda tersebut, Gubernur Bali menggelar Kompetisi Mixology & Flair Bartender dalam rangkaian peringatan HUT ke-68 Provinsi Bali di Gedung Kertha Saba, Areal Rumah Jabatan Gubernur Bali, Minggu (9/8).

Acara yang melibatkan 23 calon bartender berbakat ini menampilkan persaingan unjuk bakat di hadapan dewan juri dan tamu undangan. Para peserta menyajikan koktail berbahan dasar arak yang dipadu dengan buah serta rempah khas Bali, sekaligus tampil memukau saat memainkan botol dan alat peracik minuman.

Dalam perlombaan ini, Kadek Suniantara keluar sebagai juara setelah melalui persaingan ketat dan penilaian dewan juri. Pemuda yang akrab disapa Kadek Suni ini unggul lewat racikan ‘Dewan Kemangi’—perpaduan arak Dewan, kemangi, jahe, sirup markisa, lime, dan topping Sprite—serta atraksi akrobatiknya yang memukau. Atas kemenangannya, Kadek Suni berhak atas hadiah uang tunai sebesar Rp15 juta dan peluang dikirim ke kejuaraan bartender di Polandia.

Gubernur Koster menyampaikan bahwa kompetisi ini merupakan kegiatan spontan dan sederhana yang digagasnya usai menerima audiensi Eka Darmawan dan Rico Ardiana, dua bartender Bali yang akan bertanding di Las Vegas, Amerika Serikat, dan Polandia.

“Saya tertarik karena ini keterampilan unik dan langka. Menurut saya ini adalah potensi besar, karena anak-anak kita dianugerahi keterampilan seperti itu. Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia punya ekosistem yang baik,” ujar Koster.

Ia menyinggung dampak positif keterampilan mixology bagi pemasaran arak Bali serta produk lokal pendukung lainnya seperti buah-buahan dan rempah-rempah.

“Kita harus urus dan beri perhatian serius karena dapat memajukan perekonomian masyarakat dan membuka lapangan kerja baru,” sebutnya.

Koster berkeyakinan, dengan dukungan ekosistem Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia, Bali memiliki keunggulan di bidang bartender.

“Ini peluang bagi anak-anak kita. Selain punya nilai tawar di hotel atau restoran, dengan kemampuan yang dimiliki, mereka juga bisa membuka peluang usaha dan lapangan kerja. Harus kita urus dari hulu hingga hilir,” urainya.

Guna meningkatkan nilai tawar para bartender, Gubernur Bali dua periode ini menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menerbitkan sertifikat bagi peserta kompetisi serta memfasilitasi bantuan modal bagi yang ingin membuka usaha. Lebih lanjut, ia berharap kejuaraan serupa lebih sering dilaksanakan dan mendorong Bali menjadi tuan rumah untuk kejuaraan tingkat nasional. (*) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama